Sabtu 24 Feb 2018 15:48 WIB

Kemenhub Kucurkan Dana Rp 1,2 Triliun untuk Padat Karya

Program tersebut difokuskan untuk masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Andi Nur Aminah
Menhub Budi Kara Sumadi berada di Bandara Budiarto, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/2) untuk menyampaikan program padat karya dam sekolah pilot.
Foto: Rahayu Subekti/Republika
Menhub Budi Kara Sumadi berada di Bandara Budiarto, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/2) untuk menyampaikan program padat karya dam sekolah pilot.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini tengah memaksimalkan program padat karya untuk memberikan lowongan kerja bagi masyarakat kurang mampu. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan program tersebut difokuskan untuk masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan terutama yang berada di sekitar bandar udara (bandara) di Indonesia.

"Oleh karenanya saya meminta Kementerian Perhubungan memiliki dana kurang lebih Rp 1,2 triliun dan memperkerjakan untuk sekitar 70 ribu orang," kata Budi saat mengunjungi Terminal Bandara Budiarto, Curug, Kabupaten Tangerang, Sabtu (24/2).

Dia menjelaskan program padat karya tersebut akan memberikan durasi atau lama bekerja selama enam bulan. Artinya, kata dia, semua total target masyarakat yang bisa kerja sebanyak 70 ribu orang itu akan memiliki pekerjaan selama enam bulan.

Budi merasa program padat tunai tersebut jauh lebih baik dan kongkret untuk memberikan bantuan kepada masyarakat. "Mereka dapat uang tapi juga harus bekerja. Ya bisa mengecat pesawat, melakukan pembersihan di dalam. Jadi itu untuk mereka yang belum bekerja, agar bisa bekerja," ujar Budi.

Dia menegaskan, untuk saat ini program padat karya masih di fokuskan di area bandara. Selain itu juga pekerja akan ditempatkan di beberapa sekolah yang berada dalam lingkungan Kementerian Perbungan seperti pelayaran dan penerbangan.

Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, Budi menegaskan sistemnya tidak hanya dibuka pendaftaran saja. "Saya minta untuk melakukan pengamatan. Supaya nanti kalau daftar hanya yang aktif saja. Padahal kadang-kadang yang belum memiliki pekerjaan justru mereka yang tidak aktif," ungkap Budi.

Untuk selanjutnya, Budi berenacana ada kemungkinan dana padat karya Kemenhub untuk tahun depan bisa ditambah. Jika saat ini senilai Rp 1,2 triliun namun tahun depan diharapkan bisa Rp 3 triliun hingga Rp 4 triliun. 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement