Senin 20 Apr 2015 18:08 WIB

Kandidat Gubernur BI Ini Ingin Mudahkan Kredit Bank UMKM

Rep: Sonia Fitri/ Red: Satya Festiani
Karyawan melintas di Lobby Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (14/4).  (Prayogi/Republika)
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan melintas di Lobby Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (14/4). (Prayogi/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kandidat terakhir sekaligus kandidat wanita satu-satunya Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Hendy Sulistiowati dapat giliran terakhir dalam mempromosikan dirinya kepada DPR RI agar duduk dalam jajaran Deputi Gubernur BI hari ini, Senin (20/4).

Dalam pemaparannya, Hendi banyak bercerita soal strategi memudahkan kredit bank untuk usaha mikro kecil dan menengah. Selain itu, ia juga menyinggung soal BI dan OJK yang harus lebih banyak bekerja sama terkait upaya dukungan untuk UMKM.

Jika terpilih, ia akan menggantikan Halim Alamsyah yang akan mengakhiri masa jabatannya sebagai Deputi BI pada Juni 2015. "Sebagai satu-satunya kandidat perempuan di sini, saya berharap dapat kesempatan dan kepercayaan untuk masuk jajaran deputi di BI," kata dia di hadapan jajaran komisi  DPR RI.

Dikatakannya, peran UMKM besar dalam mendukung konsumsi rumah tangga serta menyerap tenaga kerja. Makanya, alokasi kredit bank dalam menggerakan UMKM sama dengan mengurangi pengangguran. "Sebanyak 91 persen itu diserap usaha mikrro sementara usaha besar hanya 2,8 persen saja," ujarnya.

Makanya, dalam menangani dukungan UMKM, koordinasi bukan hanya antara BI dan OJK, tapi juga perlu keterlibatan Kemenerian Keuangan, LPS dan lembaga pemerintah lainnya.

Hendi juga menyinggung soal tingkat literasi keuangan di masyarakat masih rendah di mana hanya 20 persen orang dewasa yang memiliki rekening perbankan.p dan hanya 35,1 persen saja yang melek keuangan. Karenanya, pemerintah dan lembaga keuangan harus berupaya meningkatkan kualitas literasopi keuangan tersebut.

Dari segi UMKM, ia juga meminta agar mau bekerja sama dan sinergi dengan cara memperbaiki masing-masing manajemen internal UMKM, agar bank menjadi percaya dan mudah mencairkan dana serta merasa aman karenanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement