Jumat 07 Sep 2012 04:16 WIB

Bulog Jadi Penyangga Komoditi Beras, Gula dan Kedelai

Stok beras miskin (raskin) di salah satu gudang BUlog.
Foto: Antara/Arief Priyono
Stok beras miskin (raskin) di salah satu gudang BUlog.

REPUBLIKA.CO.ID,Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah menyetujui revitalisasi peran Bulog untuk menjadi penyangga tiga komoditas yakni beras, gula, dan kedelai.

"Kalau Bulog diusulkan oleh tim revitalisasi peran Bulog sebagai penyangga, ya kami akan berikan ke Bulog. Kami juga ingin Bulog sebagai importir iya, dan juga sebagai pendistribusi, namanya juga penyangga," kata Hatta di kantor Menko Perekonomian Jakarta, Kamis.

Hatta menjelaskan, keputusan pemerintah untuk merevitalisasi peran Bulog dengan menjadi penyangga tiga komoditas itu dilakukan agar impor yang selama ini dilakukan oleh swasta pihak swasta bisa dikendalikan.

"Bulog kalau harus mengimpor, ya mengimpor, jangan di-sub-kan lagi kepada swasta, nanti biayanya tinggi lagi dan harga tidak terkendali, tapi kalau kemampuan Bulog mengimpor itu adalah `x`, baru sisanya kita suruh swasta yang impor," ujarnya.

Dengan demikian, lanjutnya, pihak swasta tetap memiliki peluang untuk mengimpor tiga komoditas tersebut asalkan Bulog sudah berusaha semaksimal mungkin, namun belum dapat memenuhi kebutuhan.

"Misalkan mau mengimpor pangan tertentu, misalkan Menteri Pertanian mengatakan stok kedelai diperkirakan 850.000 sedangkan kebutuhannya dua juta, sehingga kami kekurangan sekitar 1,15 juta, nah ketika kekurangan, tidak bisa serta merta swasta langsung mengimpor. Harus dulu dibahas oleh pemerintah, harus dulu swasta itu mendapatkan izin, kemudian baru swasta diizinkan untuk mengimpor sekian ton," jelasnya.

Ditambahkannya, hal yang penting untuk diingat adalah utamanya Bulog harus punya stok. Jadi kalau terjadi sesuatu terhadap tiga komoditas tersebut Bulog bisa langsung melakukan intervensi di pasar.

"Jadi, semangatnya bukan untuk mematikan swasta, tapi Bulog harus bisa mempunyai kemampuan untuk menstabilkan harga, jadi misalnya pada saat terjadi kelangkaan tidak akan terjadi lagi permainan harga atau kartel, nggak boleh ada kartel, kalau semua dilakukan swasta nanti mereka tergiur untuk kartel, ini yang dikhawatirkan karena itu (kartel) tidak boleh," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah memutuskan untuk menugaskan kembali Perum Bulog sebagai stabilisator harga lima komoditas kebutuhan pokok yakni beras, jagung, kedelai, gula dan daging sapi.

Kemudian, dalam rapat koordinasi pangan di kantor Menko Perekonomian diputuskan bahwa untuk tahap awal Bulog dipercaya menjaga stabilisasi harga tiga komoditas harga tersebut yaitu beras, gula, dan kedelai.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement