Selasa 08 Sep 2026 21:34 WIB

Purbaya Bantah Masyarakat Ramai-Ramai Makan Tabungan

Pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Purbaya mengaku menikmati hidangan khas yang disiapkan
Foto: Republika/ Wulan Intandari
Purbaya mengaku menikmati hidangan khas yang disiapkan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah anggapan masyarakat Indonesia secara umum tengah kesulitan uang hingga harus menguras tabungan. Pasalnya, pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan yang masih mencapai sekitar 12 persen. 

“Kalau kita lihat DPK tumbuhnya double digit ya, Pak Herman ya? Double digit sekarang. 12 persen lagi DPK,” kata Purbaya saat berbincang dengan wartawan di Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Baca Juga

Menurut Purbaya, pertumbuhan DPK menunjukkan simpanan masyarakat di perbankan masih bertambah. Namun, ia mengakui pertumbuhan ekonomi tidak langsung dirasakan seluruh masyarakat.

“Jadi gini, walaupun ekonomi tumbuh cepat nanti pun, pasti ada masyarakat yang belum terkena dampaknya,” ujarnya.

Kondisi tersebut, kata Purbaya, terutama dapat terasa ketika terjadi gejolak ekonomi dan masyarakat lapisan bawah kesulitan mendapatkan uang. “Jadi pas gejolak seperti itu, di titik-titik bawahnya itu, pasti ada kondisi di mana ketika kita tidak mudah mencari uang,” kata dia.

Karena itu, pemerintah berupaya mendorong pertumbuhan ekonomi lebih cepat. Purbaya menyebut pemerintah telah menambah uang ke dalam sistem perekonomian pada Juli dan awal Agustus.

Ia berharap semakin banyak masyarakat merasakan manfaat pertumbuhan ekonomi. “Saya harapkan itu akan semakin berkurang. Cuma kalau masalah kekurangan secara umum ya pasti ada,” tutur Purbaya.

Purbaya juga mengaitkan kondisi kekurangan tersebut dengan konsep scarcity atau kelangkaan dalam ekonomi. Menurutnya, masyarakat akan selalu dihadapkan pada pilihan, tetapi pemerintah berupaya agar pilihan tersebut tidak membuat masyarakat berada dalam kondisi sangat terdesak.

“Kita akan milih yang mana yang bagus, yang mana yang jelek, pasti akan ada. Tapi yang penting jangan sampai pilihannya tuh desperate banget. Kalau enggak milih yang ini kita mati, pilih yang ini, gitu,” ujar Purbaya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi