REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 5,5 persen pada semester II 2026. Ekonom memperkirakan, ekonomi hanya akan tumbuh seitar 5,2 persen pada paruh terakhir tahun ini, didorong implementasi program prioritas pemerintah.
“Kami memperkirakan ekonomi semester II 2026 tumbuh di 5 persen, sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia tahunan ada pada 5,2 persen untuk keseluruhan 2026. Kami melihat faktor pendorong di semester II masih terkait dengan investasi sektor publik, sejalan dengan program prioritas nasional dan investasi jasa digital termasuk pusat data,” kata Kepala Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk Irman Faiz kepada wartawan, dikutip Senin (28/9/2026).
Diketahui, Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara mengungkapkan optimismenya bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II 2026 masih bisa menembus angka 5,5 persen. Angka tersebut dinilai menunjukkan pertumbuhan yang cukup positif, meski pemerintah tetap mendorong angkanya menuju 6 persen di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global.
Menanggapi hal itu, Irman menilai targetan pemerintah bisa saja terealisasi. Namun, perlu upaya yang lebih gencar dalam mengimplementasikan program-program prioritas nasional, dengan diantaranya menggandeng swasta.