Senin 20 Apr 2026 13:46 WIB

Konstruksi Berkelanjutan Jadi Kunci Daya Saing Industri Baja

Kebutuhan konstruksi modern menuntut material dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Pekerja memeriksa kualitas lempengan baja panas (ilustrasi).
Foto: ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN
Pekerja memeriksa kualitas lempengan baja panas (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Kebutuhan infrastruktur yang semakin kompleks mendorong industri baja beralih ke solusi konstruksi berkelanjutan. Pendekatan ini dinilai menjadi faktor kunci untuk meningkatkan daya saing sekaligus menjawab tantangan lingkungan dan risiko bencana.

Isu tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dan Pameran Rantai Pasok Konstruksi Baja yang diselenggarakan Indonesia Society of Steel Construction (ISSC), belum lama ini. Dalam forum ini, pelaku industri menekankan pentingnya inovasi material dan teknologi dalam mendukung pembangunan jangka panjang.

Baca Juga

Direktur Technology & Business Development Krakatau Posco Alhadis Syamsuddin mengatakan, kebutuhan konstruksi modern menuntut material dengan spesifikasi yang lebih tinggi. “Perusahaan telah memproduksi baja grade tinggi untuk kebutuhan konstruksi, baja tahan cuaca (weathering steel), struktur lepas pantai, fasilitas energi, hingga alat berat,” ujar Alhadis.

Ia menjelaskan, daya saing industri tidak hanya ditentukan oleh produk, tetapi juga kapabilitas manufaktur yang terintegrasi. Krakatau Posco mengembangkan sistem produksi berbasis teknologi yang memungkinkan pengendalian kualitas secara presisi dan konsisten.

“Krakatau Posco juga didukung teknologi rolling mill yang mampu mengendalikan toleransi ketebalan secara ketat sesuai kebutuhan proyek,” sambung Alhadis.

Dari sisi kualitas material, pengendalian komposisi kimia dilakukan secara ketat untuk memastikan setiap produk memenuhi spesifikasi. Perusahaan juga mengadopsi teknologi inspeksi berbasis kecerdasan buatan melalui fasilitas Surface Defect Detector (SDD) untuk mendeteksi cacat permukaan secara akurat.

“Kami akan terus menghadirkan solusi baja berkualitas tinggi yang tidak hanya memenuhi standar global, tetapi juga menjawab kebutuhan spesifik konstruksi di Indonesia, termasuk tantangan lingkungan dan risiko gempa bumi,” ucapnya.

Dalam pengembangan produk, perusahaan memfokuskan pada tiga area utama. Pertama, baja struktural berkekuatan tinggi untuk konstruksi berat seperti jembatan dan gedung bertingkat. Kedua, baja tahan gempa dengan karakteristik keuletan tinggi dan ketangguhan optimal. Ketiga, baja tahan cuaca untuk mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Inovasi teknologi menjadi kunci perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan,” kata Alhadis.

Ke depan, transformasi menuju konstruksi berkelanjutan diperkirakan akan menjadi standar baru dalam industri baja. Integrasi teknologi, efisiensi material, dan ketahanan terhadap risiko lingkungan menjadi faktor utama dalam menjaga daya saing industri nasional di pasar global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement