Jumat 24 Jul 2026 13:47 WIB

Pabrik CRM Terbakar, Krakatau Steel Pastikan Pasokan Baja CRC Terjaga

Perseroan menyiapkan mitigasi agar pasokan baja nasional tetap terjaga.

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Satria K Yudha
Fasilitas CRM milik Krakatau Steel.
Foto: Krakatau Steel
Fasilitas CRM milik Krakatau Steel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk memastikan pasokan baja jenis cold rolled coil (CRC) tetap terjaga meski kebakaran di fasilitas Cold Rolling Mill (CRM) mengganggu sebagian aktivitas produksi. Perseroan juga telah mengumumkan kondisi force majeure atas kejadian tersebut.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, Jumat (24/7/2026), Krakatau Steel menyebut kebakaran terjadi pada 19 Juli 2026 di area produksi Continuous Tandem Cold Mill (CTCM) di Pabrik CRM.

Baca Juga

“Perseroan mengalami peristiwa keadaan memaksa diduga sehubungan kebakaran pada area produksi CTCM (Continuous Tandem Cold Mill) di Pabrik Cold Rolling Mill (CRM),” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Perseroan menyatakan kebakaran berdampak pada produksi baja CRC Full Hard. Namun, besaran dampak terhadap kegiatan operasional masih dalam proses penelaahan.

Krakatau Steel memastikan aktivitas operasional di fasilitas lain di sekitar Pabrik CRM tetap berjalan normal. Perseroan juga masih memproduksi CRC Soft melalui fasilitas Batch Annealing Furnace (BAF) serta Hot Rolled Pickled and Oiled (HRPO) melalui fasilitas Continuous Pickling Line (CPL).

Untuk menjaga pasokan CRC Full Hard di dalam negeri, Krakatau Steel menyiapkan skema kerja sama dengan produsen CRC domestik.

“Perseroan memastikan suplai CRC nasional tetap terjaga dan selanjutnya Krakatau Steel melakukan langkah yang diperlukan untuk perbaikan, sehingga area produksi CTCM di Pabrik CRM dapat segera beroperasi kembali,” tulis manajemen.

 

Berita Lainnya