Ahad 31 Aug 2025 21:15 WIB

Pendekatan AI Bisa Dimanfaatkan Manusia untuk Menyelesaikan Masalah Finansial

Pendekatan ini memberi harapan baru.

Di era digital, solusi seperti LawOnGo menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sekutu dalam membangun kesehatan finansial.
Foto: Dok. LOG
Di era digital, solusi seperti LawOnGo menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sekutu dalam membangun kesehatan finansial.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Utang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perekonomian modern. Mulai dari pinjaman perbankan, pembiayaan leasing, hingga pinjaman berbasis digital peer-to-peer lending (P2P), akses terhadap pembiayaan semakin mudah. Namun, kemudahan ini membawa tantangan baru: tumpukan kewajiban finansial yang sulit dikelola dan berujung pada gagal bayar.

Ada peningkatan signifikan pada jumlah pinjaman digital dalam beberapa tahun terakhir. Di satu sisi, ini mendorong inklusi keuangan; di sisi lain, banyak individu dan pelaku usaha terjebak dalam utang yang menumpuk. Pertanyaannya, bagaimana solusi yang efektif di era digital ini?

Salah satu terobosan menarik datang dari Law on go, sebuah platform konsultasi hukum online yang menggabungkan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk membantu konsolidasi utang. Alih-alih hanya memberikan saran hukum, Law on go menawarkan pendekatan menyeluruh, menganalisis kemampuan bayar, hingga menyusun strategi penyelesaian yang paling sesuai.

Mengapa Konsolidasi Utang Penting?

Konsolidasi utang adalah langkah strategis untuk menyatukan berbagai pinjaman menjadi satu kewajiban dengan skema pembayaran yang lebih ringan. Ini bukan sekadar soal menurunkan bunga, tetapi juga mengembalikan kendali finansial kepada peminjam. Dengan teknologi AI, proses ini menjadi jauh lebih efisien: sistem dapat secara otomatis menilai prioritas pembayaran, mengoptimalkan negosiasi dengan kreditur, bahkan menyarankan opsi restrukturisasi atau settlement sesuai kondisi debitur.

Menggabungkan Teknologi dan Kepakaran Hukum

Law on go tidak hanya mengandalkan algoritma, tetapi juga didukung oleh jaringan pengacara berlisensi yang siap mendampingi pengguna dalam setiap langkah. “Kami percaya teknologi harus berjalan berdampingan dengan pengetahuan hukum. AI membantu proses menjadi cepat dan akurat, tetapi keputusan akhir tetap mempertimbangkan aspek legal yang melindungi pengguna,” ujar Ettyta Ramadhani CEO Law on go.

Dampak Bagi Ekonomi dan Bisnis

Pendekatan ini memberi harapan baru, tidak hanya bagi individu yang terlilit utang, tetapi juga bagi ekosistem bisnis. Perusahaan yang mengalami kesulitan likuiditas dapat menggunakan layanan ini untuk menjaga keberlangsungan usaha, sementara konsumen individu dapat terhindar dari jeratan utang yang berlarut-larut.

Di era digital, solusi seperti LawOnGo menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi sekutu dalam membangun kesehatan finansial. Tantangannya kini bukan sekadar bagaimana kita berutang, tetapi bagaimana kita mengelolanya dengan bijak dan bertanggung jawab.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement