Ahad 31 Aug 2025 10:15 WIB

APPBI Pastikan Pusat Perbelanjaan Normal, Masyarakat Diminta Tidak Panic Buying

Ketua APPBI tegaskan stok barang aman meski terjadi demonstrasi.

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Friska Yolandha
A customer looks at products along a row with imported rice in a supermarket in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, Oct. 3, 2023. Malaysia
Foto: AP Photo/Syawalludin Zain
A customer looks at products along a row with imported rice in a supermarket in Kuala Lumpur, Malaysia, Tuesday, Oct. 3, 2023. Malaysia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menegaskan kondisi pusat perbelanjaan dan sektor ritel tetap berjalan normal. Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja menyampaikan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying menyusul kondisi demonstrasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. 

"Sampai saat ini relatif masih terkendali," ujar Alphonzus kepada Republika pada Ahad (31/8/2025).

Baca Juga

Menurut Alphonzus, para pelaku usaha ritel tetap menjaga kelancaran stok barang, khususnya untuk kebutuhan pokok. Selain itu, APPBI terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk menjaga stabilitas di lapangan. 

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena segenap elemen ataupun unsur sektor usaha ritel tetap terus berkomitmen untuk mengupayakan secara maksimal melayani kebutuhan masyarakat, terutama kebutuhan pokok," kata Alphonzus.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso meminta masyarakat tidak perlu sampai melakukan panic buying atau membeli barang dalam jumlah berlebihan dalam merespons situasi terkini. Hal itu karena sempat terjadi demonstrasi hingga pembakaran beberapa tempat dan fasilitas di sejumlah kota.

Budi memastikan barang kebutuhan pokok di ritel modern maupun pasar tradisional masih tersedia. Semua kebutuhan dapat tercukupi, sehingga konsumen bisa berbelanja seperti biasa.

"Kami sampaikan ke masyarakat, tidak perlu panic buying. Semua produk, semua kebutuhan, baik di ritel maupun di pasar rakyat itu aman. Stok aman semua," kata Mendag saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025).

Ia mengetahui dinamika di lapangan. Oleh karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag), sebut Budi, berkoordinasi dengan pihak produsen. Salah satunya yakni Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).

Demikian juga dengan pusat perbelanjaan. Menurut Mendag, sejauh ini ia belum mendengar keluhan pengusaha. Meski demikian, untuk mengantisipasi berbagai dinamika, proses komunikasi senantiasa berjalan.

"Pokoknya siap terus berkoordinasi, siap mengerjakan bareng-bareng," ujar Budi.

 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement