Ahad 31 Aug 2025 09:24 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Terapkan Rekayasa Operasi, KA Jarak Jauh Berhenti di Jatinegara

Penumpang diminta sesuaikan waktu keberangkatan saat rekayasa berlaku.

Penumpang kereta dari jurusan Semarang tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Ahad (5/1/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali memberlakukan pemberhentian Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Stasiun Jatinegara pada Ahad ini hingga Selasa (2/9/2025).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Penumpang kereta dari jurusan Semarang tiba di Stasiun Gambir, Jakarta, Ahad (5/1/2025). PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali memberlakukan pemberhentian Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Stasiun Jatinegara pada Ahad ini hingga Selasa (2/9/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta kembali memberlakukan pemberhentian Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Stasiun Jatinegara pada Ahad ini hingga Selasa (2/9/2025). Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, dalam keterangannya di Jakarta, Ahad (31/8/2025), mengatakan rekayasa pola operasi ini untuk mengantisipasi kemacetan dan rekayasa lalu lintas di wilayah Stasiun Gambir dan Pasar Senen pada tiga hari tersebut.

Ia menyebut kebijakan serupa pernah dilakukan sebelumnya, termasuk pada awal pekan ini yakni Kamis (28/8), Jumat (29/8), dan Sabtu (30/8).

Baca Juga

“Rekayasa pola operasi ini bersifat sementara. Dengan begitu, masyarakat memiliki pilihan titik keberangkatan yang lebih dekat dan strategis, terutama bagi yang berasal dari arah timur Jakarta,” ujarnya.

Ia menjelaskan rekayasa pola operasi ini berupa pemberlakuan berhenti luar biasa (BLB) di Stasiun Jatinegara untuk kereta-kereta yang dalam kondisi normal tidak berhenti di stasiun tersebut.

Adapun KA yang berhenti di Stasiun Jatinegara pada 31 Agustus–2 September 2025 yakni KA 50F (Purwojaya), KA 7006 (Batavia), KA 58F (Purwojaya), dan KA 126F (Cheribon Fakultatif).

Lalu, KA 6 (Argo Semeru), KA 132 (Parahyangan), KA 46 (Taksaka), KA 2 (Argo Bromo Anggrek), KA 16 (Argo Dwipangga), KA 118 (Gunungjati), dan KA 40 (Sembrani).

Selanjutnya, KA 62 (Manahan), KA 122 (Cakrabuana), KA 44 (Taksaka), KA 38 (Brawijaya), KA 8 (Bima), KA 36 (Gajayana), KA 124 (Cakrabuana), KA 42 (Sembrani), KA 32 (Pandalungan), KA 4 (Argo Bromo Anggrek), dan KA 14 (Argo Lawu).

Kemudian, KA 54 (Purwojaya), KA 48 (Taksaka), KA 120 (Gunungjati), KA 64 (Manahan), KA 30F (Argo Anjasmoro), KA 110 (Fajar Utama Yk), KA 272 (Airlangga), KA 284 (Serayu), KA 204 (Tegal Bahari), KA 90 (Gayabaru Malam Selatan), dan KA 270 (Matarmaja).

Berikutnya, KA 112 (Sawunggalih), KA 152 (Brantas), KA 300 (Cikuray), KA 246 (Majapahit), KA 260 (Tawang Jaya), KA 108 (Senja Utama Yk), KA 288 (Serayu), dan KA 116 (Sawunggalih).

Serta KA 144 (Madiun Jaya), KA 164 (Gumarang), KA 150 (Singasari), dan KA 180 (Tawangjaya Premium).

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau calon penumpang yang akan menggunakan layanan kereta api untuk menyesuaikan waktu keberangkatan serta menyiapkan waktu tempuh yang cukup sebagai antisipasi adanya rekayasa lalu lintas.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement