Jumat 29 Aug 2025 04:00 WIB

Perbandingan Upah Buruh di ASEAN, Pekerja Indonesia Sudah Sejahtera?

Singapura menjadi negara dengan biaya hidup tertinggi.

Rep: Eva Rianti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Sejumlah buruh saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2205).
Foto: Republika/Prayogi
Sejumlah buruh saat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (28/8/2205).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Ribuan buruh serta mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di kawasan DPR RI pada Kamis (28/8/2025) dengan di antara tuntutannya ialah soal upah murah. Rata-rata upah yang diterima buruh di Indonesia pada 2025 adalah sebesar Rp 3,32 juta per bulan. Lantas, apakah angka tersebut mencerminkan kesejahteraan pekerja di Indonesia?

Untuk mengetahui hal itu, perlu mengulik lebih lanjut mengenai pengupahan serta biaya hidup di suatu negara. Sebagai informasi, suatu negara bisa mencatatkan nilai upah yang lebih tinggi dibandingkan dengan Indonesia, namun tidak berarti angka tersebut secara riil termasuk tinggi jika dibandingkan dengan tingkat biaya hidup di negara tersebut.

Baca Juga

Adapun, untuk memperoleh gambaran mengenai tinggi atau rendahnya tingkat upah dibandingkan biaya hidup di tiap-tiap negara, bisa menggunakan ukuran produk domestik bruto (PDB) yang dikaitkan dengan tingkat paritas daya beli atau purchasing power parity (PPP). Kemudian bisa juga dikomparasikan dengan indeks biaya hidup (cost of living index).

PDB per kapita berdasarkan paritas daya beli atau PPP menurut World Bank mencerminkan tingkat PDB yang telah disesuaikan dengan kurs internasional. Metrik tersebut bisa memberikan perbandingan daya beli masyarakat di suatu negara dengan memperkecil bias nilai tukar.

Data World Bank menunjukkan, Indonesia mencatatkan PDB per kapita PPP pada 2024 sebesar 16.448,3 dolar AS. Posisinya berada di urutan kelima di ASEAN. Posisi puncak dihuni Singapura yang angka PDB per kapita PPP-nya sebesar 150.689,3, lalu Brunei Darussalam 90.007,1, Malaysia 38.728,9, dan Thailand sebesar 24.708,2.

Adapun di bawah Indonesia, ada Vietnam yang PDB per kapita PPP-nya beda tipis dengan Indonesia di angka 16.385,5. Juga ada Filipina dengan PDB per kapita PPP pada 2024 sebesar 11.794,1.

Sementara, mengutip data Numbeo, tingkat biaya hidup di Asia Tenggara yang dihimpun, menunjukkan Singapura menjadi negara dengan biaya hidup tertinggi dengan skor 85,3, disusul oleh Thailand sebesar 35,3, dan Malaysia dengan skor 31,1.

Setelah itu, Filipina dengan jumlah skor sebesar 29,5 dan Vietnam di angka 25,9. Sementara, Indonesia berada di posisi terbawah, yang artinya biaya hidupnya rendah dengan skor 24,6. Tidak ada data mengenai tingkat biaya hidup di Brunei Darussalam.

Bicara tentang kesejahteraan, kondisi pekerja di suatu negara bisa dibilang cukup sejahtera jika upah tinggi dengan tingkat biaya hidup rendah. Begitu sebaliknya, kondisi pekerja kemugkinan besar kurang sejahtera apabila upahnya rendah sedangkan biaya hidup tinggi.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tingkat upah pekerja di negara-negara Asia Tenggara pada 2025 (perhitungan 20 hari kerja dalam sebulan dan mata uang masing-masing negara dikonversikan ke rupiah per 28 Agustus 2025):

Singapura: 6.282 dolar Singapura atau setara Rp 80 juta per bulan

Malaysia: 1.700 ringgit atau setara Rp 6,6 juta per bulan

Thailand: THB 400 Baht atau setara Rp 4 juta per bulan

Filipina: PHP 13.200 atau setara Rp 3,8 juta per bulan

Indonesia: Rp 3,32 juta per bulan

Vietnam: VND 4,96 juta atau setara Rp 3 juta per bulan

Berdasarkan data-data tersebut, di antara kesimpulannya yakni upah rata-rata di Indonesia memang kalah dibandingkan negara-negara di ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina. Namun, tingkat biaya hidupnya juga rendah dibandingkan negara-negara di ASEAN tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement