Jumat 04 Apr 2025 19:50 WIB

Para Miliarder Dunia Kehilangan Rp 3,48 Kuadriliun Imbas Tarif AS

Penurunan harga miliarder ini merupakan yang terbesar sejak pandemi.

Orang-orang terkaya di dunia secara kolektif kehilangan 208 miliar dolar AS (sekitar Rp 3,48 kuadriliun) dalam sehari menyusul pengumuman tarif baru impor Amerika Serikat, menurut data BBI.
Foto: Alamy
Orang-orang terkaya di dunia secara kolektif kehilangan 208 miliar dolar AS (sekitar Rp 3,48 kuadriliun) dalam sehari menyusul pengumuman tarif baru impor Amerika Serikat, menurut data BBI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang-orang terkaya di dunia secara kolektif kehilangan 208 miliar dolar AS (sekitar Rp 3,48 kuadriliun) dalam sehari menyusul pengumuman tarif baru impor Amerika Serikat, menurut data Bloomberg Billionaire Index (BBI), Jumat (4/4/2025). Penurunan harta kekayaan gabungan 500 miliarder teratas dunia merupakan penurunan satu hari terbesar keempat sejak BBI diluncurkan 13 tahun lalu sekaligus terbesar sejak pandemi COVID-19.

Secara khusus, pendiri meta (yang dilarang di Rusia karena dianggap sebagai organisasi ekstremis) Mark Zuckerberg kehilangan kekayaan sekitar 9 persen atau 17,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 299 triliun), akibat saham meta yang anjlok sebesar hampir 9 persen pada Kamis. Itu menjadikan Zuckerberg sebagai orang yang mengalami kerugian dolar terbesar, menurut data BBI.

Baca Juga

Di saat bersamaan, pemilik Amazon, Jeff Bezos, kehilangan kekayaan sebesar 15,9 miliar dolar AS (sekitar Rp 265 triliun) lantaran saham perusahaan miliknya itu mengalami penurunan sebesar 9 persen, terbesar sejak April 2022.

Sementara itu, pengusaha miliarder Elon Musk, yang juga pemilik Tesla dan SpaceX, kehilangan 11 miliar dolar AS (sekitar Rp 184 triliun) pada Kamis, di tengah merosotnya saham Tesla hingga hampir 5,5 persen.

Pada Rabu Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang memberlakukan tarif dasar 10 persen pada semua barang impor ke AS mulai 5 April.

Sedangkan tarif timbal balik yang lebih tinggi terhadap negara-negara yang mengalami defisit perdagangan terbesar dengan AS akan mulai berlaku pada 9 April.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement