Jumat 16 Feb 2024 14:02 WIB

Ini Tips Bagi Investor Pemula yang Ingin Berinvestasi Mulai Tahun Ini

Profil risiko dapat menjadi alat bantu saat merencanakan investasi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) melihat era prediksi penurunan suku bunga sebagai kondisi yang tepat bagi investor pemula dengan profil risiko investasi konservatif untuk memulai investasinya. Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama, menjelaskan sejumlah tips bagi investor pemula untuk memulai berinvestasi pada instrumen-instrumen investasi yang tersedia.

Tips pertama yakni mengenai profil risiko yang diperlukan untuk mengetahui sejauh mana investor dapat menoleransi risiko investasi. Selain itu, profil risiko dapat menjadi alat bantu saat merencanakan investasi.

Baca Juga

“Syarat pertama untuk memulai investasi, setidaknya investor harus mengenali profil risikonya masing-masing," kata Danica dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (16/2/2024).

Sebagai gambaran, bagi pemula dengan profil risiko konservatif dapat memulai investasi dengan instrumen investasi seperti reksa dana pasar uang. Sebab, instrumen tersebut memiliki risiko relatif lebih aman dan tanpa dipotong pajak 20 persen layaknya deposito.

 

"Mengingat obligasi akan prospektif di tahun ini sesuai dengan tren penurunan suku bunga, maka bagi pemula dengan profil konservatif ke moderat dapat memulai investasi ke reksa dana pendapatan tetap dengan instrumen obligasi di dalamnya.” ujar Danica.

Lalu tips kedua, yaitu menentukan anggaran. Danica mengungkapkan, secara ideal anggaran untuk investasi harus direncanakan sejak awal sehinggga investor harus melakukan pengalokasian anggaran sejak awal yang diambil dari pendapatan pribadi, bukan dari sisa pemasukan setelah dikurangi berbagai keperluan rutin lainnya.

"Dengan demikian akan membantu investor untuk konsisten melakukan investasi dan membantu dalam melakukan perencanaan untuk mencapai tujuan investasinya," jelas Danica.

Tips ketiga, yaitu memahami fitur investasi. Setiap instrumen investasi memiliki fitur yang berbeda-beda mulai dari instrumen di dalamnya, jangka waktu, tingkat imbal hasil atau kupon, dan fitur-fitur lain.

"Dengan memahami fitur-fitur investasi ini, investor dan nasabah dapat menyesuaikan dengan kemampuan dan membantu investor dalam mencapai tujuan investasinya," tutur Danica.

Tips keempat yakni memahami kondisi ekonomi karena instrumen investasi sangat berkaitan erat dengan kondisi perekonomian baik domestik dan global. Kondisi inflasi global, suku bunga, dan perekonomian secara umum akan mempengaruhi kinerja investasi baik secara langsung maupun tidak langsung.

Melakukan analisis komprehensif terhadap indikator ekonomi bagi masyarakat awam kemungkinan merupakan hal yang menyulitkan, khusunya dalam kaitannya dengan keputusan investasi yang akan diambil selaku investor.

"Untuk itu, masyarakat dapat memanfaatkan perusahaan manajer investasi yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam mengelola investasi," jelas Danica.

Lalu tips kelima yaitu setelah melakukan investasi, investor perlu melakukan diversifikasi. Diversifikasi  merupakan langkah membeli beberapa jenis produk investasi untuk menghindari kerugian jika salah satu instrumen sedang mengalami performa kurang optimal.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement