Selasa 30 Jan 2024 06:42 WIB

Tol Bocimi Seksi Cibadak-Sukabumi Diserahkan Waskita ke SMI

Konstruksi sesi Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km telah dimulai.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Lida Puspaningtyas
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Pada H-4 Lebaran Tol Bocimi terpantau lancar.
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya.
Sejumlah kendaraan melintasi Jalan Tol Bogor, Ciawi, Sukabumi (Bocimi) di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). Pada H-4 Lebaran Tol Bocimi terpantau lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI resmi mengakuisisi 25 persen saham PT Waskita Toll Road (WTR) di PT Trans Jabar Tol (TJT). Dengan masuknya SMI sebagai pemegang saham, maka TJT kini dimiliki oleh PT WTR (74,99 persen), PT SMI (25 persen), dan Koperasi Waskita (0,01 persen). 

"Masuknya SMI sebagai pemegang saham bertujuan mempercepat penyelesaian pembangunan jalan tol Bocimi selanjutnya, yakni pada seksi Cibadak-Sukabumi Barat sepanjang 13,7 km, yang konstruksinya telah mulai dilaksanakan," ujar Direktur Utama SMI, Edwin Syahruzad, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/1/2024).

Baca Juga

TJT merupakan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemegang konsesi jalan tol Ciawi-Sukabumi (Bocimi), Jawa Barat. Sebelumnya, TJT telah menyelesaikan Pembangunan seksi Ciawi – Cigombong dan seksi Cigombong-Cibadak dengan total panjang 27,25 Km. 

Edwin mengatakan, seksi Ciawi-Cigombong telah beroperasi sejak 2018, sedangkan seksi Cigombong – Cibadak memulai pengoperasian tanpa tarif sejak 6 Agustus 2023. Edwin menyampaikan, akuisisi saham ini menunjukkan komitmen SMI dan Waskita Group dalam mendukung proyek strategis nasional (PSN) yang bermanfaat bagi masyarakat. 

"Kami berharap ruas Bocimi ini dapat meningkatkan konektivitas, akses dan penghematan waktu tempuh antara Bogor dan Sukabumi, serta menjadi jalur alternatif dalam mengurai kepadatan jalan arteri," kata Edwin.

Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Hanugroho menilai kemitraan strategis ini akan menyelesaikan sebagian kewajiban Waskita dalam program restrukturisasinya. Hanugroho meyakini kerja sama ini memberikan berkah bagi SMI dan Waskita Karya Group, serta masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement