Rabu 10 Jan 2024 15:14 WIB

PGN Jaga Penyaluran 879 BBTUD Gas Bumi Selama Satgas Natal-Tahun Baru

Volume niaga gas bumi di semua sektor pelanggan dalam kondisi aman.

Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk menjaga penyaluran gas bumi dengan total volume 879 BBTUD selama masa Satuan Tugas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, (ilustrasi)
Foto: PGN
Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk menjaga penyaluran gas bumi dengan total volume 879 BBTUD selama masa Satuan Tugas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Subholding Gas PT Pertamina (Persero), PT PGN Tbk menjaga penyaluran gas bumi dengan total volume 879 BBTUD selama masa Satuan Tugas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau dalam periode 15 Desember 2023 hingga 7 Januari 2024.

Direktur Sales dan Operasi PGN Ratih Esti Prihatini mengatakan Satgas Natal dan Tahun Baru Subholding Gas berhasil dilaksanakan secara aman dan tidak ada kendala yang berarti maupun kejadian fatal.

Baca Juga

"Penyaluran gas ke seluruh segmen pelanggan selama Natal-tahun baru dapat dikawal dan dijaga dengan baik. Ada sejumlah pelanggan khususnya industri komersial yang serapan gasnya menurun karena libur. Selama periode ini tingkat penyelesaian penanganan keluhan pelanggan mencapai 99,76 persen," ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (10/1/2024).

Menurut dia, PGN melakukan koordinasi pengendalian dan pengamanan rantai pasok gas bumi selama periode satgas, yang terdiri atas kegiatan penyimpanan dan regasifikasi LNG, transportasi minyak dan gas bumi, serta niaga, sehingga penyaluran gas bumi kepada 4.986 pelanggan dengan kategori industri, komersial dan kecil, serta 834.165 pelanggan rumah tangga tetap aman dan andal.

"Volume niaga gas bumi di semua sektor pelanggan dalam kondisi aman yaitu sebesar 879 BBTUD atau 100 persen nominasi penyaluran gas ke pelanggan dapat dipenuhi," kata Ratih.

Ia melanjutkan ketersediaan LNG melalui fasilitas LNG Lampung, Perta Arun Gas, dan Nusantara Regas juga berperan terhadap pemenuhan pasokan gas bumi kepada pelanggan dengan meningkatnya volume regasifikasi LNG sebesar 54 persen dibandingkan periode Natal-tahun baru sebelumnya dari 308 BBTUD menjadi 476 BBTUD.

"Satgas juga menyiagakan 23 area operasi dan posko yang tersebar di seluruh area operasi infrastruktur dan jaringan Subholding Gas serta contact center 24 jam dengan nomor 135," tambah Ketua Satgas Natal dan Tahun Baru Subholding Gas Tatit Sri Jayendra.

Upaya pengamanan dan pengelolaan operasi selama Natal-tahun baru juga diperkuat dengan sistem monitoring dan pengendalian penyaluran gas di seluruh jaringannya secara realtime, yang dapat dipantau melalui Integrated Monitoring Center (IMOC).

IMOC merupakan pusat monitoring Subholding Gas yang terintegrasi, meliputi kegiatan monitoring operasional penyaluran gas bumi, monitoring kondisi infrastruktur fasilitas penyaluran gas bumi, dan pengelolaan keluhan pelanggan secara realtime.

"Di sisi lain, ada peningkatan pemanfaatan BBG di SPBG yang dikelola oleh Gagas. Hal ini cukup menggembirakan, di mana pemanfaatan gas bumi di sektor transportasi dapat berkontribusi terhadap penurunan emisi dan dapat menjadi pilihan energi pada masa transisi energi saat ini," ujar Ratih.

Ia juga menambahkan volume penjualan BBG selama masa Natal-tahun baru meningkat 42 persen dibandingkan periode sama 2022, yang kemungkinan karena meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa liburan menggunakan angkutan umum.

"Kendaraan pengguna Gasku yang mengisi di SPBG milik Gagas bervariasi yaitu bajaj, angkot, dan taksi. Penjualan BBG di SPBG Pondok Ungu meningkat pada segi volume. Penyerapannya hampir seimbang antara taksi, angkot, dan bajaj. Sedangkan, SPBG Bogor didominasi oleh angkot, SPBG Klender didominasi bajaj," ujar Direktur Utama PT Gagas Energi Indonesia Muhammad Hardiansyah.

BBG yang tersalurkan tercatat sebesar 496.594 liter setara premium (LSP). Seluruh SPBG yang dikelola Gagas beroperasi secara normal untuk melayani pengisian BBG Gasku dan Gaslink selama masa Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement