Rabu 20 Dec 2023 18:16 WIB

Bandara Kediri Beroperasi Tahun Depan, Ini Maskapai yang Pertama Beroperasi

Saat ini, pengerjaan konstruksi Bandara Dhoho sudah mencapai 100 persen.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Petugas berjalan di kawasan Bandara Internasional Dhoho yang akan segera beroperasi di Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani
Petugas berjalan di kawasan Bandara Internasional Dhoho yang akan segera beroperasi di Kediri, Jawa Timur, Jumat (1/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bandara Internasional Dhoho Kediri, Jawa Timur rencananya beroperasi secara komersial pada awal 2024. Sekjen Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengungkapkan, saat ini Kemenhub sudah menerima permohonan penerbangan melalui Bandara Dhoho.

"Data yang masuk terakhir adalah Super Air Jet yang akan mengawali operasi di sana dan ditargetkan tidak terlalu lama," kata Novie dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenhub 2023 di Gedung Kemenhub, Rabu (20/12/2023).

Baca Juga

Novie menjelaskan, saat ini PT Angkasa Pura (AP) I sebagai pengelola Bandara Dhoho juga tengah berkoordinasi dengan sejumlah maskapai internasional. Hal tersebut berkaitan dengan rencana penerbangan haji dan umrah di Bandara Dhoho. 

Dia menambahkan, saat ini pengerjaan konstruksi Bandara Dhoho sudah mencapai 100 persen. Novie memastikan saat ini juga sudah dilakukan kalibrasi oleh pihak Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub.

"Jadi tinggal menunggu koordinasi antara pihak operator, dalam hal ini Angkasa Pura I nanti bersama-sama dengan maskapai. Ini insya Allah bisa dioperasikan sesegera mungkin," ucap Novie.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Dhoho juga berpotensi melayani penerbangan umrah dan haji. Budi menegaskan, Kemenhub akan memberikan izin penerbangan umrah dan haji di bandara tersebut.

"Di sekitar bandara ini juga sudah memiliki fasilitas penunjang seperti hotel dan fasilitas lainnya," ujar Budi.

Budi juga mengapresiasi PT Surya Dhoho Investama (SDHI) yang merupakan anak usaha dari PT Gudang Garam. Perusahaan tersebut telah berinvestasi untuk membangun Bandara Dhoho Kediri, dengan total investasi mencapai Rp 13 triliun.

"Ini adalah proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited (pemrakarsa dan pendanaan dari pihak swasta/non APBN) pertama di Indonesia, yang dari awal kita desain bersama-sama sampai selesai," ungkap Budi.

Pada tahap awal, Bandara Dhoho memiliki kapasitas terminal 1,5 juta per tahun. Pembangunan tahap dua, kapasitas akan meningkat mencapai 4,5 juta penumpang per tahun lalu kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang per tahun.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement