Rabu 13 Dec 2023 13:13 WIB

Erick Thohir Ungkap Komitmen Freeport Bantu Hilirisasi Indonesia

Pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur, dipastikan selesai.

Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Smelter Freeport di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur.
Foto: ANTARA/Zabur Karuru
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Smelter Freeport di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengaku telah membahas perkembangan investasi PT Freeport Indonesia serta memastikan penyelesaian pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur. Hal ini merupakan poin pertemuan Erick dengan Chairman of the Board and Chief Executive Officer of Freeport McMoran, Rhicard Adkerson dan President and a member of the Board of Directors of Freeport McMoran Kathleen L Quirk, di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (12/12/2023).

"Hilirisasi karena kan Freeport sudah puluhan tahun, baru pertama ini di bawah pemerintahan Pak Jokowi, mereka mulai berinvestasi di smelter untuk turunannya," ujar Erick usai peluncuran Employee Well-Being Policy menyambut perayaan Hari Ibu di Grha Pertamina, Jakarta, Rabu (13/12/2023).

Baca Juga

Erick menyampaikan kehadiran dua petinggi Freeport merupakan tindak lanjut atas diskusi di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada November lalu. Erick menyampaikan Smelter Gresik akan mulai beroperasi dalam waktu dekat.

"Untuk tahap I, satu-dua hari ini kita akan tinjau, untuk nanti yang tahap dua Insya Allah Mei sudah bisa selesai, tapi mulai beroperasinya biasa kalau pabrik perlu dua-tiga bulan," ucap Erick. 

 

Erick mengatakan operasional smelter Gresik merupakan sebuah pencapaian bersejarah. Hal ini selaras dengan komitmen Indonesia untuk melakukan akselerasi hilirisasi. 

"Ini luar biasa, yang selama ini barang mentah dikirim ke banyak negara, sekarang kita lakukan hilirisasi di sini. Jadi peningkatan value atau turunannya bisa ada di Indonesia sekarang, tidak dikirim ke negara lain terus," kata Erick.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement