Jumat 24 Nov 2023 18:58 WIB

Promo Dikurangi, Tiket Kereta Cepat Naik Jadi Rp 200 Ribu Mulai Desember

Harga tiket tersebut masih promo alias diskon.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pramugari kereta menyambut penumpang saat akan menaiki kereta cepat.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Pramugari kereta menyambut penumpang saat akan menaiki kereta cepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) resmi menaikkan harga tiket Kereta Cepat Whoosh dari semula Rp 150 ribu untuk kelas premium ekonomi menjadi Rp 200 ribu mulai 1 Desember 2023. Namun, KCIC menyampaikan, harga tiket Rp 200 ribu hanya berlaku untuk hari Senin-Kamis. Sementara, untuk akhir pekan yakni hari Jumat-Ahad tiket kelas premium ekonomi dijual Rp 250 ribu. 

Meski mengalami kenaikan, KCIC mengatakan, harga tiket tersebut masih promo alias diskon. Seluruh tarif tersebut juga sudah termasuk perjalanan KA Feeder gratis dari Stasiun Padalarang menuju Stasiun Bandung dan sebaliknya. 

Baca Juga

Direktur Utama KCIC Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, penerapan tarif promo dan penambahan perjalanan pada bulan Desember 2023 ini dilakukan untuk memberikan kesempatan yang lebih banyak pada masyarakat yang ingin menggunakan Kereta Cepat Whoosh sebagai moda transportasi pilihan. 

“Pada bulan Desember akan terdapat 40 perjalanan per hari pada Senin hingga Kamis dan 48 perjalanan per hari pada akhir pekan yakni Jumat hingga Ahad,” kata Dwiyana dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/11/2023). 

 

Ia mengatakan, penerapan tarif promo pada bulan Desember juga menjadi salah satu komitmen KCIC yang akan selalu menghadirkan berbagai program menarik untuk perjalanan kereta cepat Whoosh. 

"Kereta Cepat Whoosh adalah layanan kereta komersial sehingga penetapan tarifnya akan menggunakan strategi dynamic pricing dan mengikuti demand penumpang, saat high season atau low season," kata Dwiyana. 

Secara total sejak awal beroperasi pada 17 Oktober 2023 hingga 22 November 2023 lalu, Kereta Cepat Whoosh telah melayani penumpang sebanyak 491 ribu orang. Rata-rata penumpang tertinggi mencapai 21 ribu per hari pada saat akhir pekan dan 18 ribu per hari pada saat hari kerja. 

Adapun untuk okupansinya rata-rata mencapai 80 hingga 99 persen pada setiap rangkaian yang dioperasikan. Dwiyana menjelaskan, peningkatan volume penumpang dan okupansi yang tinggi pada setiap perjalanan kereta menunjukan tingkat kepercayaan dan minat masyarakat sangat positif untuk menjadikan kereta cepat Whoosh transportasi pilihan. 

Untuk itu KCIC akan terus menghadirkan inovasi untuk memberikan pelayanan lebih kepada pelanggan. Mulai dari pemesanan rombongan, program kerja sama dengan lokasi wisata dan restoran, hingga menghadirkan integrasi antarmoda ke berbagai tujuan untuk memudahkan penumpang Kereta Cepat Whoosh. 

Saat ini KCIC telah bekerja sama dengan sejumlah lokasi wisata populer di area Bandung seperti wisata Dusun Bambu, Farmhouse, Floating Market Lembang, The Great Asia Africa, wisata Tepi Danau dan wisata Tepi Kota Healing. 

Di lokasi wisata ini pun disediakan beragam promo gratis masuk ke destinasi wisata di Bandung dengan menggunakan tiket Kereta Cepat Whoosh. Khusus Wisata Dusun Bambu penumpang bisa menggunakan shuttle gratis dari Stasiun Padalarang. 

Untuk kemudahan masyarakat mengakses Stasiun Kereta Cepat, KCIC juga telah bekerjasama dengan berbagai operator untuk menghadirkan integrasi antarmoda. Ia menambahkan, jalur pemesanan tiket Whoosh saat ini dapat dilakukan melalui aplikasi Whoosh, situs resmi ticket.kcic.co.id, loket, dan Ticket Vending Machine di stasiun. 

Terdapat juga sejumlah mitra resmi KCIC untuk pemesanan tiket Whoosh melalui aplikasi seperti Access by KAI, Livin by Mandiri, dan BRImo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement