Senin 20 Nov 2023 22:53 WIB

Bappenas Berharap Pesawat N219 dari PTDI Bisa Jadi Produk Unggulan Indonesia

Indonesia membutuhkan kehadiran produk dalam negeri dengan kompleksitas tinggi.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Suharso Monoarfa mengharapkan pesawat N219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) bisa tumbuh menjadi produk unggulan dari Indonesia.

"Mudah-mudahan itu (pesawat N219) bisa menjadi satu produk unggulan, setelah saya datang ke Amerika Serikat dan meyakinkan otoritas terkait bahwa ini bisa diproduksi," ujar Monoarfa dalam acara peluncuran buku "Menuju Indonesia Emas: Refleksi dan Visi Pembangunan 2005-2045" di Jakarta, Senin (20/11/2023).

Baca Juga

Ia menyampaikan, Indonesia saat ini sangat membutuhkan kehadiran produk dalam negeri yang memiliki kompleksitas tinggi dari industri. Dengan adanya produk yang memiliki kompleksitas tinggi, maka akan menghidupkan berbagai lini industri sebagai produsen pendukung.

Salah satu produk dengan kompleksitas yang diharapkan yaitu pesawat N219 yang diproduksi PT Dirgantara Indonesia. Bappenas, lanjut Suharso, mendorong tumbuhnya produksi pesawat N219 versi amphibious sehingga diharapkan ke depan bisa menjadi produk unggulan. Ia mengatakan, dari sisi produksi mesin pesawat bisa didapatkan dari luar negeri tetapi untuk instrumen lain dapat diproduksi di dalam negeri.

"Jadi kami memang geregetan untuk dorong yang seperti ini karena kalau itu tidak ada ya repot kita," pungkas Monoafra.

Ia menambahkan, menciptakan produk dengan kompleksitas yang tinggi merupakan salah satu langkah strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas di tahun 2045.

"Kuncinya adalah produk yang harus kita miliki sendiri lalu kita rancang untuk pengembangannya," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement