Kamis 16 Nov 2023 01:56 WIB

Pandemi Covid 19 Berlalu, Milenial dan Gen Z Kini Bisa Punya Rumah?

Industri properti mampu menopang perekonomian Indonesia.

Rep: Santi Sopia/ Red: Natalia Endah Hapsari
Seiring pulihnya pandemi Covid-19 di Indonesia, sektor properti kembali menunjukkan peningkatan yang kondusif. /ilustrasi
Foto: bni syariah
Seiring pulihnya pandemi Covid-19 di Indonesia, sektor properti kembali menunjukkan peningkatan yang kondusif. /ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -– Seiring pulihnya pandemi Covid-19 di Indonesia, sektor properti kembali menunjukkan peningkatan yang kondusif. Industri properti mampu menopang perekonomian Indonesia tidak lepas dari masifnya upaya pemenuhan kebutuhan primer masyarakat.

Hal itu termasuk bagi masyarakat kelompok umur milenial dan Gen Z, yang menunjukkan peningkatan minat dalam membeli rumah, bukan hanya untuk dimanfaatkan sebagai tempat tinggal namun juga investasi.

Baca Juga

Berdasarkan hasil riset 99 Group sejak 2022 hingga semester I/2023 minat milenial dan Gen Z membeli rumah masing-masing sebesar 64,4 persen dan 64,6 persen, jika dibandingkan dengan jenis properti lainnya seperti, tanah, apartemen, dan ruko.

Head of Commercial Underwriting Allianz Utama Indonesia, Datien Widyastuti mengatakan adanya pertumbuhan asuransi properti hunian berkat dorongan dari sektor properti khusus setelah adanya peningkatan penyaluran KPR yang tersedia di kalangan masyarakat. Hal tersebut terealisasi karena saat ini beberapa bank mewajibkan para nasabah untuk mengambil asuransi properti ketika mereka hendak mengambil produk KPR. 

 

Tujuannya antara lain menjaga kedua belah pihak apabila terjadi suatu risiko saat pembayaran KPR masih belum dilunasi dan agar dapat memberikan perlindungan bagi pemilik aset supaya terhindar dari kerugian finansial yang sangat mungkin terjadi pada aset yang dimiliki.

“Melalui terjalinnya kerja sama yang dilakukan antara bank dengan perusahaan asuransi, peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kebutuhan asuransi properti sebagai proteksi aset juga menumbuhkan minat mereka dalam memiliki asuransi properti hunian,” kata dia dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/11/2023).

Hal ini salah satunya juga terlihat dari pertumbuhan polis hunian di Allianz Utama Indonesia dengan meningkatnya kontribusi polis hunian sebesar 15 persen dari total premi perusahaan terhitung hingga September 2023 (YoY). Selain itu indikasi positif dari daya minat beli masyarakat ini juga terlihat dari sisi pertumbuhan premi asuransi properti khusus hunian sebesar 5 persen per September 2023”.

Meski saat ini pertumbuhan dari sisi penjualan rumah belum begitu kuat namun secara perlahan sudah berangsur membaik, terlihat dari penjualan rumah secara triwulanan pada triwulan II/2023 yang mampu mencatat angka pertumbuhan sebesar 6,59 persen (qtq) dan sebagian besar didorong oleh kenaikan penjualan rumah tipe besar (9,89 persen) dan tipe kecil (22,48 persen). Hasil perolehan ini mengindikasikan adanya daya beli masyarakat yang cukup positif terhadap kebutuhan hunian tempat tinggal.

Pertumbuhan sektor properti turut didorong oleh membaiknya kondisi ekonomi Indonesia setelah pandemi Covid-19, sehingga hal ini memiliki korelasi positif dengan pertumbuhan asuransi properti. Selain didukung pertumbuhan ekonomi, saat ini semakin banyak generasi milenial yang sudah mulai mapan dari segi finansial dan melek investasi, sehingga menjadi peluang besar untuk pertumbuhan asuransi umum khususnya di asuransi properti. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement