Jumat 27 Oct 2023 16:13 WIB

Prabowo-Gibran Janji Bakal Naikkan Gaji ASN Hingga Bangun Rumah Murah

Kesejahteraan ASN, TNI, dan Polri dinilai berdampak pada kualitas layanan publik. 

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi
Bakal calon presiden Prabowo Subianto bersama bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto pada pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum 2024 di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (25/10/2023).
Foto: Republika/Prayogi
Bakal calon presiden Prabowo Subianto bersama bakal calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka berfoto pada pendaftaran bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden pemilihan umum 2024 di Kantor KPU Pusat, Jakarta, Rabu (25/10/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka telah meramu program kerja yang akan dilakukan bila terpilih dalam pilpres 2024. Berbagai program kerja tersebut untuk mencapai visi yang diusung Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas.

Salah satu program yang dijanjikan Prabowo-Gibran, yaitu menaikkan gaji aparatur sipil negara (ASN) terutama dari kalangan guru, dosen, dan tenaga kesehatan, lalu TNI-Polri, dan pejabat negara. Kesejahteraan mereka dinilai berdampak pada kualitas layanan publik. 

Baca Juga

"Pelayanan publik yang baik akan terlaksana bila aparatur sipil negara (ASN), tentara nasional Indonesia (TNI), kepolisian Republik Indonesia (POLRI), dan pejabat negara berada dalam kondisi sejahtera. Oleh karena itu, pendapatan mereka perlu ditingkatkan secara layak," tulis Prabowo-Gibran dikutip dalam Visi Misi Bersama Indonesia Maju 2024.

Selain menaikkan gaji ASN dan mendirikan Badan Penerimaan Negara, Prabowo-Gibran juga membeberkan prgram-program terkait ekonomi lainnya, antara lain:

 

1. Mencetak dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian

Untuk mencapai swasembada pangan, Prabowo-Gibran melihat harus ada peningkatan produktivitas lahan pertanian melalui berbagai program intensifikasi dan ekstensifikasi lahan.

Program tersebut dilakukan di level desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan nasional secara lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan dengan komoditas padi, jagung, kedelai, singkong, tebu, sagu, dan sukun. Mereka menargetkan minimal tambahan empat juta hektare luas panen tanaman pangan tercapai pada 2029.

 

2. Melanjutkan dan menambahkan program kartu-kartu kesejahteraan sosial serta kartu usaha

Program ini dinilai efektif untuk menghilangkan kemiskinan absolut. Menurut Prabowo-Gibran, masih adanya kemiskinan absolut menunjukkan pembangunan ekonomi belum optimal dan belum merata. 

Program-program seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS), KIS Lansia, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako, Kartu Prakerja, MEKAR, dan Program Keluarga Harapan akan dilanjutkan dan menambahkan Kartu Anak Sehat. Selain itu program kredit usaha yang berskala mikro juga akan diperluas. 

 

3. Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan menyediakan rumah murah 

Prabowo-Gibran menilai program terkait pembangunan desa yang sudah dilaksanakan harus dilanjutkan dan ditingkatkan, termasuk membangun rumah murah, menyalurkan dana desa secara langsung, dan dana kelurahan.

Prabowo-Gibran menargetkan untuk dapat membangun atau merenovasi sebanyak 40 rumah per desa/kelurahan per tahun dengan total nasional mencapai tiga juta rumah mulai pada tahun kedua.

 

4. Mendirikan Badan Penerimaan Negara

Prabowo-Gibran berencana mendirikan Badan Penerimaan Negara. Pendirian badan ini ditargetkan dapat meningkatkan rasio penerimaan negara terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 23 persen. 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement