Selasa 03 Oct 2023 05:45 WIB

Sektor Jasa Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Sektor jasa jadi kontributor utama aspek produktivitas tenaga kerja satu dekade ini.

Rep: Novita Intan/ Red: Fuji Pratiwi
Teller Bank BTN sedang menghitung uang pecahan baru untuk melayani kebutuhan nasabah di Kantor Cabang Bank BTN Harmoni, Jakarta, Kamis (26/4/2023) (ilustrasi).
Foto: Dok Republika
Teller Bank BTN sedang menghitung uang pecahan baru untuk melayani kebutuhan nasabah di Kantor Cabang Bank BTN Harmoni, Jakarta, Kamis (26/4/2023) (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Bank Dunia menyebut sektor jasa dapat memainkan peran untuk mendorong pembangunan di kawasan Asia Timur dan Pasifik, termasuk Indonesia. Hal ini mengingat sektor jasa telah menjadi kontributor utama bagi produktivitas tenaga kerja secara agregat selama satu dekade terakhir.

Kepala Ekonom Bank Dunia Kawasan Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan, ekspor jasa mengalami pertumbuhan lebih cepat daripada ekspor barang. Pertumbuhan investasi asing langsung sektor jasa telah melampaui investasi asing langsung sektor manufaktur lima kali lebih besar di Tiongkok, Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. "Perpaduan antara teknologi digital dengan reformasi sektor jasa meningkatkan performa perekonomian," ujar Aaditya saat konferensi pers, Senin (2/10/2023).

Baca Juga

Menurutnya kombinasi antara reformasi sektor jasa dengan digitalisasi tidak hanya menciptakan berbagai peluang baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengambil manfaat dari perluang-peluang tersebut. Misalnya, pembelajaran jarak jauh serta telemedis yang didukung oleh staf setempat yang terpilih, terlatih, dan termotivasi menghasilkan pembelajaran dan capaian kesehatan yang lebih baik di kawasan ini, meskipun masih terjadi ketidaksetaraan terhadap akses yang signifikan.

"Reformasi jasa dan digitalisasi dapat menghasilkan siklus yang baik dalam meningkatkan peluang ekonomi serta mengembangkan kapasitas sumber daya manusia yang mendorong pembangunan di kawasan ini," ucapnya.

Di Filipina, penggunaan perangkat lunak dan analisis data oleh perusahaan meningkatkan produktivitas perusahaan sebesar rata-rata 1,5 persen selama periode 2010-2019. Di Vietnam, dikuranginya hambatan kebijakan seperti misalnya pembatasan masuk dan kepemilikan asing pada jasa transportasi, finansial, serta bisnis mengakibatkan peningkatan tahunan sebesar 2,9 persen dalam bentuk nilai tambah per pekerja sektor-sektor ini selama periode 2008-2016.

"Dihilangkannya hambatan-hambatan tersebut juga menyebabkan peningkatan sebesar 3,1 persen pada produktivitas tenaga kerja perusahaan-perusahaan manufaktur yang memanfaatkan layanan-layanan ini, memberi manfaat secara signifikan bagi usaha swasta kecil dan menengah," kata Aaditya.

Berdasarkan laporan East Asia and Pacific (EAP) October 2023, Bank Dunia menyebut kawasan Asia Timur dan Pasifi menjadi salah satu kawasan yang bertumbuh paling cepat dan paling dinamis di dunia. Pertumbuhan di Kawasan Asia Timur dan Pasifik yang sedang berkembang diproyeksikan lima persen pada 2023.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement