Rabu 06 Sep 2023 17:51 WIB

6 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan di Industri Manufaktur

Mengadopsi teknologi digital ke operasional HR merupakan kunci penting produktivitas.

Mengadopsi teknologi digital ke dalam operasional HR sehari-hari adalah salah satu kunci penting meningkatkan produktivitas karyawan, tidak terkecuali karyawan di industri manufaktur. (ilustrasi).
Foto: Republika/Prayogi
Mengadopsi teknologi digital ke dalam operasional HR sehari-hari adalah salah satu kunci penting meningkatkan produktivitas karyawan, tidak terkecuali karyawan di industri manufaktur. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mengadopsi teknologi digital ke dalam operasional HR sehari-hari adalah salah satu kunci penting untuk meningkatkan produktivitas karyawan, tidak terkecuali karyawan di industri manufaktur. Manufaktur sendiri adalah salah satu sektor yang bergantung pada tenaga manusia, baik itu di saat mengoperasikan mesin, hingga mengelola seluruh proses.

Untuk mencapai efisiensi lebih tinggi dan hasil optimal, perusahaan manufaktur harus fokus pada pengembangan sistem manajemen sumber daya manusia yang efektif. Salah satu strategi dan praktik terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan sistem HR yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu, masih ada beberapa strategi lain untuk meningkatkan produktivitas karyawan.

Baca Juga

Berikut penjelasannya:

Cara meningkatkan produktivitas karyawan di perusahaan manufaktur:

 

1. Cari tahu masalah yang terjadi

Untuk meningkatkan produktivitas di industri manufaktur, pertama-tama, identifikasi masalah yang dihadapi oleh pekerja Anda. Ini melibatkan pemilihan tim yang tepat serta evaluasi proses alur kerja yang ada. 

Perbaiki proses yang terhambat dan eksplorasi teknologi yang dapat membantu pekerja bekerja lebih efisien. Melibatkan pekerja dalam diskusi dan perencanaan adalah kunci untuk perbaikan berkelanjutan dalam produktivitas manufaktur. 

Penting untuk memulai dengan memahami masalah yang dihadapi oleh pekerja. Ini termasuk penilaian komposisi tim dan evaluasi proses kerja saat ini. Dengan mengatasi hambatan dalam proses, serta memanfaatkan teknologi yang sesuai, Anda dapat memberikan dorongan signifikan untuk efisiensi produksi. 

Melibatkan pekerja dalam perencanaan dan pemecahan masalah juga memastikan perbaikan berkelanjutan yang berdampak positif pada produktivitas.

2. Lakukan pelatihan

Untuk meningkatkan produktivitas karyawan di industri manufaktur, penting untuk memberikan pelatihan kepada karyawan. Jika ada kekurangan keterampilan, perusahaan harus menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam program pelatihan yang sesuai. 

Pelatihan rutin, pencatatan yang teliti, dan pengaturan jadwal yang dipersonalisasi membantu karyawan berkembang. Saat memperkenalkan peralatan baru, berikan pelatihan khusus dan sumber daya tambahan untuk pembelajaran mandiri. 

Pendekatan ini membantu tim menjadi lebih proaktif dalam pembelajaran, meningkatkan efisiensi, kemampuan pemecahan masalah, dan, menurut survei industri manufaktur, dapat meningkatkan produktivitas hingga 8,6 persen dengan peningkatan pendidikan tenaga kerja sebesar 10 persen.

3. Tingkatkan komunikasi

Meningkatkan produktivitas dalam industri manufaktur juga tergantung pada efisiensi komunikasi, baik internal maupun eksternal. Kolaborasi yang cepat dengan pemasok, vendor, dan mitra adalah kunci dalam rantai pasokan yang kompleks.

Untuk meningkatkan komunikasi, alat seperti ERP (Enterprise Resource Planning) dapat digunakan. ERP memungkinkan komunikasi yang terbuka dengan semua pemangku kepentingan melalui aliran data real-time yang konstan. 

Ini memungkinkan pemantauan kinerja pekerja, rantai pasokan, dan operasi secara efisien. Dengan data yang tersedia secara menyeluruh, Anda dapat dengan cepat mengidentifikasi masalah yang memengaruhi produktivitas manufaktur dan mengambil tindakan yang diperlukan.

4. Merawat mesin

Merawat mesin dengan baik adalah kunci untuk menjaga produktivitas dalam industri manufaktur tetap optimal. Manajer terlalu sering fokus pada peningkatan efisiensi operasional tanpa memperhatikan pemeliharaan mesin yang krusial.

Meskipun jadwal pemeliharaan memerlukan investasi waktu dan uang, ini adalah langkah penting dalam menjaga operasional berjalan lancar dan mesin tetap aman. Selain itu, perusahaan harus selalu mencari teknologi mesin terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas tanpa harus memperpanjang jam kerja.

Memberikan pelatihan kepada staf untuk memantau kondisi mesin, menjaga jadwal pemeliharaan yang konsisten, dan memiliki stok suku cadang yang cukup adalah langkah-langkah penting dalam menghindari kerusakan yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas. 

Mengatasi kerusakan tepat waktu adalah kunci untuk menjaga produktivitas tetap tinggi di lingkungan manufaktur.

5. Buat jadwal shift

Pentingnya penjadwalan shift dalam industri manufaktur tidak dapat diabaikan. Dengan merencanakan shift dengan bijak, perusahaan dapat memaksimalkan produktivitas dengan memastikan ketersediaan pekerja yang sesuai untuk mengatasi beban kerja pada setiap saat. 

Hal ini mengurangi waktu yang tidak produktif, meningkatkan efisiensi operasional, dan secara keseluruhan meningkatkan produktivitas. Selain itu, jadwal shift yang terstruktur dengan baik juga membantu mengurangi tingkat absensi dan perputaran tenaga kerja, yang dapat berdampak positif pada produktivitas secara keseluruhan.

6. Lakukan otomatisasi

Otomasi adalah kunci utama dalam meningkatkan produktivitas industri manufaktur. Lebih dari sekadar mesin CNC, otomasi di abad ke-21 berfokus pada tingkat proses yang lebih dalam, mengotomatiskan tugas-tugas untuk mengurangi waktu yang dihabiskan dalam pengelolaan proses dan meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Mengatasi tantangan di saat mengelola SDM dan operasional di industri manufaktur dapat diatasi dengan menggunakan software HR berbasis cloud seperti Mekari TalentaSoftware ini dapat membantu meningkatkan produktivitas karyawan dengan pengelolaan tim yang lebih efisien dan proses bisnis yang terotomatisasi, yang pada gilirannya meningkatkan hasil produksi dan efisiensi bisnis. 

Selain itu, dengan sistem HR end-to-end yang tersistemasi, perusahaan dapat menghemat bandwidth hingga 80 persen untuk lebih fokus pada strategi peningkatan produksi.  Keuntungan lainnya termasuk biaya instalasi yang tidak diperlukan, UI yang intuitif dan user-friendly, keamanan sistem basis data yang terjamin, integrasi yang mudah ke platform ERP dan software bisnis lain, serta dukungan pendampingan implementasi yang handal melalui komunitas HR 101 di Indonesia. 

Dengan otomatisasi dan penggunaan teknologi HR yang canggih, perusahaan manufaktur dapat mengoptimalkan produktivitas dan efisiensi mereka.

Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement