Rabu 30 Aug 2023 19:59 WIB

Pangkas Waktu Tempuh, Tol Indralaya-Prabumulih Menjawab Masalah Kemacetan

Animo masyarakat menggunakan tol Indralaya cukup tinggi.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas simpang Indralaya-Muara Enim seksi simpang Indralaya-Prabumulih KM56 di Paya Besar, Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (29/8/2023). PT Hutama Karya (Persero) akan mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas simpang Indralaya-Muara Enim seksi simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 63,5 km mulai 30 Agustus 2023 tanpa dikenakan biaya. A
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Kendaraan melintas di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas simpang Indralaya-Muara Enim seksi simpang Indralaya-Prabumulih KM56 di Paya Besar, Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Selasa (29/8/2023). PT Hutama Karya (Persero) akan mengoperasikan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas simpang Indralaya-Muara Enim seksi simpang Indralaya-Prabumulih sepanjang 63,5 km mulai 30 Agustus 2023 tanpa dikenakan biaya. A

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Hutama Karya (Persero) mulai mengoperasikan tanpa tarif Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Ruas Simpang Indralaya-Muara Enim Seksi Indralaya-Prabumulih sepanjang 60,5 kilometer pada hari ini, Rabu (30/8/2023). Gubernur Provinsi Sumatra Selatan Herman Deru menilai tol tersebut menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan. 

“Jalan tol ini menjawab permasalahan kemacetan yang ada di wilayah sekitar dan memangkas waktu tempuh yang selama ini bisa dua jam hingga 2,5 jam dari Indralaya ke Prabumulih menjadi hanya satu jam saja,” kata Herman dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (30/8/2023). 

Baca Juga

Dia menjelaskan, terlihat animo masyarakat yang menggunakan tol tersebut sangat tinggi padahal baru dibuka operasionalnya. Herman juga ikut menjajal secara langsung untuk pertama kalinya sekaligus tapping kartu di Gerbang Tol Prabumulih. 

Herman mengharapkan Hutama Karya dapat terus berinovasi untuk mengembangkan Provinsi Sumatra Selatan. Sebab tol tersebut menurutnya juga salah satu yang dinantikan oleh masyarakat. 

Sementara itu Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro mengatakan bahwa saat ini jalan tol tersebut masih belum bertarif selama masa sosialisasi. Meskipun begitu, Koentjoro mengimbau agar pengguna jalan harus tetap menyiapkan kartu uang elektronik untuk tapping kartu. 

Selain itu juga menggunakan satu kartu untuk satu kendaraan saat memasuki gerbang tol. Dia menegaskan bahwa pengguna jalan yang melintas dari arah Indralaya menuju Palembang atau sebaliknya melalui Tol Palembang-Indralaya tetap dikenakan tarif normal karena Tol Palembang-Indralaya sudah beroperasi normal dengan tarif. 

“Adapun dari sisi LHR kami menargetkan tiga ribu kendaraan lebih dapat melintas di ruas tol ini setiap harinya,” tutur Koentjoro.

Koentjoro menambahkan, sebelum dioperasikannya tol tersebut, Hutama Karya telah melakukan rangkaian sosialisasi kepada pengguna jalan lewat berbagai media komunikasi. Salah satunya dengan menyelenggarakan Forum Edukasi dan Sosialisasi Berkendara Dengan Baik dan Tertib di Tol Indralaya-Prabumulih pada Selasa (29/8/2023). 

Dalam forum edukasi tersebut, Hutama Karya menghadirkan para ahli dan stakeholder di bidang keselamatan lalu lintas seperti Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Selatan Ari Narsa dan Direktur Training dan Campaign Indonesia Road Safety Partnership Eko Reksodipuro “Forum edukasi ini dihadiri oleh perwakilan dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Asperindo, Organda, YLKI dan lebih dari 30 komunitas mobil di Sumatra Selatan dengan jumlah peserta mencapai 70 orang dengan tujuan agar para komunitas tersebut dapat mengkamanyekan aturan berkendara yang benar ke calon pengguna jalan sesuai dengan sharing dari ahlinya,” ungkap Koentjoro.

Arina Novianti, pengguna jalan tol pertama yang ingin melintas dari arah Indralaya menuju Prabumulih juga menyampaikan selama melintas jalan tol dalam kondisi baik dan tidak ada kendala. Arina mengaku senang dengan adanya tol tersebut. 

“Kami berharap dengan adanya tol ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dengan efisien waktu maupun biaya yang diberikan,” ujar Arina. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement