Rabu 16 Aug 2023 14:19 WIB

Fenomena El Nino, Buwas Pastikan tsk akan Ada Tambahan Impor Beras  

Tantangan Bulog saat ini adalah konsisten menjaga kebutuhan impor.

Rep: Dian Fath Risalah/ Red: Friska Yolandha
Pekerja membongkar beras impor asal Thailand dari kapal kargo berbendera Vietnam di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (22/6/2023). Perum Bulog provinsi Aceh mendapatkan pasokan beras impor  sejak Januari hingga 23 Juni 2023 dengan total sebanyak 36.841 ton yang dilakukan dalam tiga tahap sebagai cadangan beras pemerintah untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga.
Foto: Antara/Ampelsa
Pekerja membongkar beras impor asal Thailand dari kapal kargo berbendera Vietnam di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Kamis (22/6/2023). Perum Bulog provinsi Aceh mendapatkan pasokan beras impor sejak Januari hingga 23 Juni 2023 dengan total sebanyak 36.841 ton yang dilakukan dalam tiga tahap sebagai cadangan beras pemerintah untuk menjamin ketersediaan dan stabilitas harga.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sektor ketahanan pangan terancam akibat fenomena El Nino. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) memastikan tidak akan ada impor tambahan beras, menurutnya hingga kini kebutuhan beras masih aman.

"Kami tetap utamakan produk dalam negeri. Sekarang karena prediksi juga karena panennya mencukupi, nah kita lihat saja nanti perkembangannya. Tidak ada ada impor tambahan. Jadi impor kami sudah tentukan kuotanya 2 juta ton, tidak ada tambahan lagi. Kalau dalam hitungan sudah cukup, sekarang kita harus menjaga produksi dalam negeri ya," ujar Buwas di sela-sela Pidato Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2023, Rabu (16/8/2023).

Baca Juga

Buwas mengatakan, tantangan saat ini adalah konsisten menjaga kebutuhan impor. "Jangan sampai kita nggak butuh impor tapi kita harus impor, tapi kalau kita butuh impor ya kita impor, jadi sesuai dengan kebutuhan," ucapnya.

Hingga kini, impor beras yang telah terealisasi Bulog sebanyak 1,6 juta ton beras dari total penugasan 2,3 juta ton, terdiri atas 300 ribu ton dari sisa penugasan pada 2022 dan 2 juta ton dari penugasan 2023. "Sudah datang untuk stok kita (tahun) ini sudah 1,3 juta ton dari 2 juta ton, itu sudah kita kuasai. Tinggal masuk 700 lebih sudah di kita sisanya 400-an terus bertahap," jelasnya.

 

Perihal rencana impor beras dari India, Buwas masih belum mau berkomentar lebih banyak. Pasalnya, impor beras dari India merupakan kerja sama antara Kementerian Perdagangan dan pemerintah India.

"Belum ada penugasan ke kami," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengakui fenomena El Nino menjadi ancaman untuk Pemerintah tidak terlalu percaya diri dalam ketahanan pangan. Meskipun kata Syahrul, ketersediaan pangan di 12 komoditas khususnya beras terjamin hingga Desember 2023.

Syahrul menuturkan produktivitas pertanian nasional dari Januari hingga Agustus tidak ada kendala dan cukup maksimal. "Karena itu kita berharap memang hasil dari ketahanan pangan kita dari komoditi yang kita jaga cukup baik untuk negeri ini. Bahwa ada El Nino ini menjadi ancaman untuk kita tidak pede, tidak overconfidence," ujarnya. 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement