Kamis 10 Aug 2023 12:03 WIB

Pengamat Sebut Waskita Punya Kualitas Teknik Mumpuni Garap Proyek IKN

Porsi garapan Waskita di IKN mencapai Rp 4,33 triliun.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Pekerja melintasi jalan lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (25/2/2023). Pembangunan KIPP IKN Nusantara mulai masif dikerjakan diantaranya pembangunan istana presiden, kantor presiden, kantor sekretariat presiden, dan kantor kementerian koordinator.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pekerja melintasi jalan lingkar Sepaku di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Sabtu (25/2/2023). Pembangunan KIPP IKN Nusantara mulai masif dikerjakan diantaranya pembangunan istana presiden, kantor presiden, kantor sekretariat presiden, dan kantor kementerian koordinator.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Associate Director BUMN Research Group LM (Lembaga Management) Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) Toto Pranoto mengatakan, pemerintah menaruh harapan besar kepada PT Waskita Karya (Persero). Hal ini tecermin dari posisi Waskita sebagai BUMN karya dengan porsi garapan proyek terbesar di ibu kota negara (IKN) dengan total Rp 4,33 triliun dari total nilai sebesar Rp 7,22 triliun. 

"Memang kalau bicara secara kualitas teknik, kapasitas Waskita tidak diragukan," ujar Toto di Jakarta, Kamis (10/8/2023).

Baca Juga

Untuk menunaikan penugasan pemerintah tersebut, Toto menilai Waskita membutuhkan adanya kepastian dari sisi pembiayaan. Toto menyampaikan dukungan pembiayaan diperlukan Waskita terkait modal kerja pembangunan proyek IKN, seperti akses jalan tol hingga pembangunan gedung kementerian koordinator. 

"Tentu Waskita memerlukan adanya kepastian dari sisi pembiayaan, harus dilihat apakah mereka punya cukup kemampuan untuk pembiayaan proyek proyek yang sedang berjalan juga yang selain proyek IKN," kata Toto.

SVP Corporate Secretary Waskita Ermy Puspa Yunita mengatakan, proyek pemerintah masih mendominasi perolehan nilai kontrak baru (NKB)  sebesar 66,24 persen, kemudian ada BUMN dan BUMD dengan 13,62 persen, proyek Swasta sebesar 1,29 persen, dan anak perusahaan sebesar 18,85 persen. Ermy mengatakan, perusahaan saat ini lebih selektif dalam memilih proyek, hal ini berkaitan dengan kepastian pembayaran.

"Saat ini perseroan sangat selektif dalam memilih proyek terutama dalam hal kepastian pembayaran, terdapat uang muka dan monthly payment serta sudah melalui Komite Manajemen Resiko Konstruksi sehingga harapannya proyek-proyek yang didapatkan oleh Waskita dapat berjalan dengan lancar dan tepat waktu serta memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan," kata Ermy.

Sebagai gambaran, Waskita mendapatkan kontrak proyek IKN paling besar dibandingkan BUMN karya lain, seperti PT PP Tbk yang menerima total nilai kontrak dari IKN sebesar Rp 4,15 triliun per akhir Juni 2023, PT Wijaya Karya Tbk dengan total kontrak proyek IKN mencapai Rp 3,48 triliun; serta PT Adhi Karya Tbk yang menggarap tujuh proyek di IKN senilai Rp 2,9 triliun. 

Ermy menyampaikan, nilai proyek sebesar Rp 4,33 triliun dialokasikan Waskita untuk membangun jalan tol IKN Segmen 5A, proyek Jalan Lingkar Sepaku Segmen 4, serta proyek gedung Sekretariat Presiden dan fasilitas Gedung penunjang. Kemudian juga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) 1, 2 dan 3, proyek gedung dan kawasan Kemenko Paket 4, proyek gedung dan kawasan Kementerian Koordinator (Kemenko) Paket 3, serta proyek Jalan Feeder Distrik Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP).

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement