Rabu 02 Aug 2023 08:46 WIB

Pendapatan Tumbuh 58 Persen, Garuda Tekan Rugi Bersih

Garuda memastikan pertumbuhan pendapatan secara konsisten.

Rep: Retno Wulandhari, Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Irfan Setiaputra.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan pertumbuhan pendapatan usaha konsisten sejak akhir kuartal I 2023. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan, hal tersebut menjadi outlook kinerja yang solid bagi perseroan dalam upaya percepatan pemulihan kinerja setelah dirampungkannya proses restrukturisasi utang pada akhir 2022. 

“Dari konsistensi pertumbuhan pendapatan usaha tersebut, Garuda Indonesia berhasil menekan rugi bersih periode berjalan sebesar 30,59 persen menjadi 76,38 juta dolar AS pada semester I 2023 jika dibandingkan dengan pencatatan rugi bersih periode berjalan pada kuartal I 2023 yakni 110,03 juta dolar AS,” kata Irfan dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (1/8/2023) malam. 

Baca Juga

Irfan menuturkan, selama semester I 2023, Garuda Indonesia secara grup berhasil membukukan pendapatan usaha yang tumbuh sebesar 58,85 persen menjadi 1,39 miliar dolar AS. Sementara pendapatan usaha pada semester I 2022 hanya 878,69 juta dolar AS. 

Dia menilai, pemulihan kinerja yang terus berjalan tersebut menjadi optimisme tersendiri bagi fokus akselerasi kinerja yang dijalankan Garuda Indonesia. “Pascamerampungkan restrukturisasi, kami melihat langkah pemulihan kinerja perlu dilakukan secara prudent dan terukur dengan memastikan fokus profitabilitas jangka panjang bagi keberlangsungan usaha Garuda Indonesia dapat terjaga dengan optimal,” jelas Irfan.

Dia mengungkapkan, kenaikan pendapatan usaha Garuda Indonesia hingga semester I 2023 dikontribusikan oleh pertumbuhan pendapatan penerbangan berjadwal sebesar 62,70 persen menjadi sebesar 1,10 miliar dolar AS. Sebelumnya pada periode yang sama, pendapatan penerbangan berjadwal Garuda hanya 677,28 juta dolar AS. 

Sementara itu, pendapatan penerbangan tidak berjadwal Garuda Indonesia pada Semester I 2023 juga mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 62,68 persen. “Pendapatan penerbangan tidak berjadwal menjadi 142,45 juta dolar AS dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 87,57 juta dolar AS,” tutur Irfan. 

Untuk pendapatan lainnya, Garuda Indonesia mencatat pada Semester I 2023 berhasil membukukan nilai pendapatan sebesar 151,37 juta dolar AS. Irfan mengatakan angka tersebut tumbuh 33 persen dibandingkan semester I 2022.

Dia menegaskan, peningkatan pendapatan usaha tersebut sejalan dengan performa kinerja operasional Garuda Indonesia secara konsolidasi yang secara konsisten tumbuh positif. Hingga Juni 2023, Garuda Indonesia Group berhasil mengangkut sekitar 9,05 juta penumpang. 

“Jumlah penumpang tersebut tumbuh hingga 39 persen secara tahunan pada periode yang sama yakni sekitar 6,51 juta penumpang,” ujar Irfan.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement