Jumat 13 Feb 2026 14:26 WIB

Prabowo Ingin Kembangkan Kampung Nelayan, Ini BUMN yang Ditugaskan

Pembangunan kampung nelayan diproyeksikan memperkuat industri perikanan.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026).
Foto: Republika/Thoudy Badai
Nelayan memperbaiki kapal di Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat, (16/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) membahas pembangunan kampung nelayan sebagai strategi nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir pada Kamis (12/2/2026) sore. Dalam ratas itu, Presiden mendorong agar pembangunan kampung nelayan menjadi momentum penting memperkuat ekonomi pesisir serta kesejahteraan masyarakat maritim Indonesia.

Kepala BP BUMN Dony Oskaria yang turut menghadiri ratas menjelaskan bahwa sesuai arahan presiden, kampung nelayan akan menjadi bagian dari ekosistem yang dikelola melalui BUMN PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero).

Baca Juga

“Ini masuk dalam ekosistem yang akan nanti dikelola melalui Jaladri. Jadi ini kan memang bagaimana kita mengoptimalkan potensi dari pada laut kita, sehingga Jaladri nanti akan fokus kepada pengembangan produktivitas di industri perikanan kita,” ujar Dony dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menurut Dony, pembangunan kampung nelayan tidak hanya berhenti pada aspek fisik, tetapi juga harus dipersiapkan secara bisnis, termasuk penyerapan hasil produksi. Dony juga menambahkan bahwa penguatan industri galangan kapal menjadi bagian penting dari strategi tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang telah mendorong tumbuhnya industri ini.

“Dan berterima kasih tentunya karena industri ini tumbuh dari KKP, sehingga industri dari galangan-galangan kapal kita itu akan menjadi optimal kan. Ini sejalan dengan cara kita untuk melakukan konsolidasi dari pada galangan kapal kita. Ini bagus sekali kan,” ungkapnya.

Konsolidasi galangan kapal akan dilakukan di bawah PT PAL sebagai bagian dari penguatan kapasitas nasional. Dony memastikan bahwa proses konsolidasi tersebut ditargetkan rampung dalam waktu dekat dan menilai langkah ini akan membuka lapangan kerja baru, khususnya bagi lulusan teknik perkapalan dan sektor terkait.

“Kemudian juga Jaladri nanti tidak hanya akan mengembangkan di sisi hulunya, tetapi juga hilirnya. Jadi nanti industri turunan dari pada perikanan kita itu juga akan kita kembangkan secara masif. Nah ini pertumbuhan pembukaan lapangan pekerjaannya itu akan sangat masif ke depannya,” ucapnya.

Dony juga menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari perubahan orientasi ekonomi nasional yang lebih mendasar. Ia pun menggarisbawahi pentingnya membangun ekonomi berbasis kekuatan domestik.

“Sehingga nanti harapannya semakin banyak tenaga kerja yang bisa kita kembangkan dan basis ekonomi kita juga kembali kepada kekuatan kita sendiri. Kita punya laut, kita punya pangan, ya kan. Nah inilah supaya ini juga disampaikan kepada masyarakat,” katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement