Selasa 25 Jul 2023 17:06 WIB

Pegadaian Catatkan Kinerja Positif Sepanjang Semester I 2023 

Kinerja produk Gadai yang tumbuh 9,7 persen menjadi Rp 53,6 miliar per Juni 2023.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Karyawan menunjukkan perhiasan emas yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Selasa (19/7/2022). PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif di semester I 2023.
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan menunjukkan perhiasan emas yang dijual di Galeri 24 Pegadaian, Jakarta, Selasa (19/7/2022). PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif di semester I 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif di semester I 2023. Tercatat, Outstanding loan (OSL Gross) pada semester I 2023 tumbuh 14,05 persen dari Rp 55,11 triliun menjadi Rp 62,85 triliun. 

Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengatakan hal ini ditopang oleh kinerja produk Gadai yang tumbuh 9,7 persen dari Rp 48,8 miliar per Juni 2022 menjadi Rp 53,6 miliar per Juni 2023. Sedangkan kinerja produk non Gadai tercatat sebesar Rp 9,2 miliar, naik 48,35 persen dari periode yang sama pada 2022 sebesar Rp 6,2 miliar.

Baca Juga

"Gadai Tabungan Emas menjadi salah satu produk kategori gadai yang memiliki kinerja positif," ujar Damar dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (25/7/2023).

Damar menyampaikan Gadai Tabungan Emas Pegadaian tumbuh Rp 410 miliar pada semester I 2023, atau meningkat 21,26 persen  dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 338 miliar. Sedangkan untuk kategori produk non gadai, Arrum Mikro memiliki kinerja positif dengan penyaluran KUR Syariah yang tumbuh 299 persen dari Rp 473 miliar di semester I 2022, menjadi Rp 1,9 triliun pada semester I 2023.

“Alhamdulillah, menutup semester I 2023, Pegadaian berhasil menorehkan kinerja yang positif," ucap Damar.

Damar menyampaikan kinerja bisnis yang tumbuh positif juga berdampak pada kinerja keuangan perusahaan. Berdasarkan laporan keuangan PT Pegadaian dan Entitas Anak yang dipublikasikan pada Selasa (25/07), tercatat laba perusahaan naik 18,7 persen dari 1,77 triliun pada semester I 2022, menjadi Rp 2,1 triliun rupiah pada semester I 2023. Sementara pendapatan usaha perusahaan juga mengalami kenaikan secara Year on Year (yoy) sebesar 8,93 persen dari Rp 10,86 triliun menjadi Rp 11,83 triliun per Juni 2023. 

"Aset Pegadaian juga tercatat naik dari Rp 68,74 triliun menjadi Rp 77,6 triliun pada periode yang sama atau tumbuh 12,9 persen," lanjut Damar. 

Damar menyebut pertumbuhan kinerja perusahaan juga turut didorong peningkatan jumlah nasabah Pegadaian sebesar 10,68 persen dari 20,6 juta orang pada Juni 2022 menjadi 22,8 juta orang pada Juni 2023. 

"Sejalan dengan visi perusahaan, Pegadaian akan terus menjadi perusahaan jasa keuangan yang dapat menjadi solusi keuangan pilihan utama masyarakat, sekaligus menjadi perusahaan yang dapat menciptakan ekosistem emas bagi masyarakat melalui produk emas Pegadaian," kata Damar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement