Kamis 06 Jul 2023 14:26 WIB

Kemenhub: Fasilitas Pendukung di Bandara Nabire Baru Harus Disiapkan

Akses jalan, air bersih, listrik, dan telekomunikasi belum memadai.

Logo Kementerian Perhubungan
Foto: Facebook Kementerian Perhubungan
Logo Kementerian Perhubungan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) meminta fasilitas pendukung di Bandara Nabire Baru, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dipersiapkan.

Dirjen Hubud Kemenhub M Kristi Endah Murni menyampaikan, Bandara Nabire Baru sebenarnya sudah siap dari sisi udara dan sisi daratnya. Namun, untuk fasilitas pendukung seperti akses jalan raya yang menghubungkan jalan nasional ke bandara sepanjang 5,6 kilometer, suplai jaringan listrik dari PLN, jaringan air bersih dari PDAM, dan jaringan penguat untuk telekomunikasi saat ini belum siap.

Baca Juga

Sebelumnya, Dirjen Hubud meninjau Bandara Nabire Baru pada Selasa (4/7/2023) sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerjanya di Papua.

"Untuk itu, kami berharap dukungan dari pemda agar secepatnya bisa segera terealisasikan," lanjut Kristi.

 

Dalam kunjungannya, Kristi mengatakan, Bandara Nabire Baru berperan strategis untuk menumbuhkan perekonomian masyarakat di Papua melalui konektivitas transportasi udara antar wilayah. Bandara Nabire Baru merupakan relokasi dari Bandara Nabire yang sudah tidak bisa dikembangkan lagi.

Bandara Nabire Baru memiliki ukuran landas pacu 1600 meter x 30 meter yang dapat melayani operasional pesawat jenis ATR-72, taxiway 23 meter x 165 meter, dan apron 367,5 meter x 100 meter. Sedangkan pada sisi darat, bandara ini memiliki terminal penumpang seluas 6.320 meter persegi

Lebih lanjut, Kristi juga meminta jajarannya untuk terus meningkatkan fasilitas keamanan dan keselamatan penerbangan di bandara tersebut. Ia juga perintahkan jajarannya menjaga agar area sisi udara bandara tetap steril dari halangan dan hambatan.

"Untuk itu, perlu pagar pembatas yang rapi dan rapat karena menyangkut keselamatan sehingga maskapai penerbangan juga merasa aman apabila beroperasi di bandara tersebut," ujar Kristi.

Selain itu, ia juga meminta pengelola bandara untuk selalu memperhatikan kebersihan dan melakukan penghijauan di area bandara baik di sisi darat maupun sisi udara. Sebab itu termasuk bagian pelayanan agar para pengguna jasa transportasi udara betah dan nyaman di bandara.

Selain Bandara Nabire Baru, Kristi pada juga meninjau operasional Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Papua Selatan sebelum diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada Kamis (6/7/2023).

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement