Rabu 24 May 2023 15:07 WIB

ESDM Ungkap Tujuh Proyek Smelter Bauksit Masih Tanah Lapang

Tinjauan verifikasi lapangan berbeda dengan laporan yang diberikan kepada ESDM.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Friska Yolandha
Aktivitas smelter. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan progres pembangunan tujuh proyek fasilitas pemurnian bauksit tak sesuai dengan yang dilaporkan kepada pemerintah.
Foto: ANTARA/Jojon
Aktivitas smelter. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan progres pembangunan tujuh proyek fasilitas pemurnian bauksit tak sesuai dengan yang dilaporkan kepada pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan progres pembangunan tujuh proyek fasilitas pemurnian bauksit tak sesuai dengan yang dilaporkan kepada pemerintah. Menteri ESDM, Arifin Tasrif mengatakan ketujuh proyek tersebut masih berupa tanah lapang.

Arifin menuturkan, khusus untuk mineral bauksit, telah direncanakan pembangunan 12 smelter di mana empat smelter di antaranya telah beroperasi. Sementara delapan sisanya masih tahap pembangunan.

Baca Juga

"Namun, berdasarkan peninjauan lapangan, terdapat perbedaan signifikan dengan hasil verifikator indenden. Di tujuh lokasi smelter masih berupa tanah lapang," kata Arifin dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (24/3/2023).

Lebih lanjut, Arifin mengungkapkan, tinjauan verifikasi lapangan itu sangat berbeda dengan laporan yang diberikan kepada ESDM. Di mana dari tujuh proyek itu progres pembangunanya berkisar antara 32 persen sampai 66 persen. Pihaknya pun memaparkan sejumlah foto di depan para anggota dewan.

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement