Sabtu 18 Mar 2023 08:13 WIB

BRI Mulai Rangkaian Pembagian Sisa Dividen Rp 34,89 Triliun pada 21 Maret

Tiga hingga empat tahun ke depan BRI masih berpotensi bagi dividen tinggi.

Direktur Utama BRI Sunarso dinobatkan sebagai CEO of The Year 2022 dalam ajang Top 100 CEO yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank, pada Rabu (23/11/2022) di Jakarta.
Foto: BRI
Direktur Utama BRI Sunarso dinobatkan sebagai CEO of The Year 2022 dalam ajang Top 100 CEO yang diselenggarakan oleh Majalah Infobank, pada Rabu (23/11/2022) di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI akan memulai rangkaian pembagian sisa dividen tunai 2022 senilai Rp 34,89 triliun atau sebesar Rp 231,2 per lembar saham kepada investor pada tanggal 21 Maret 2023.

Dividen tersebut merupakan sisa dari keseluruhan dividen perseroan yang senilai Rp 43,94 triliun, setelah dikurangi dividen interim yang telah dibagikan ke pemegang saham pada 27 Januari 2023 sebesar Rp 8,6 triliun.

Baca Juga

Dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat (17/3/2023), Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan dari total dividen yang ditebar perseroan, dividen yang masuk ke dalam kas umum negara dengan kepemilikan saham sekurang-kurangnya 53,19 persen mencapai sekitar Rp 23,15 triliun.

Adapun rangkaian pembagian dividen BRI akan dimulai dengan cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 21 Maret 2023 serta ex dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 24 Maret 2023. Kemudian di pasar tunai, cum dividen dan ex dividen akan dilakukan masing-masing pada tanggal 27 Maret 2023 dan 28 Maret 2023.

Sementara tanggal pencatatan ditetapkan pada 27 Maret 2023, pembayaran pada 12 April 2023, serta penyerahan bukti rekam SKD/DGT dilakukan pada 30 Maret 2023.

Ke depan, Sunarso mengatakan top management perseroan sudah mempersiapkan dan memproyeksikan setidaknya dalam kurun waktu tiga hingga empat tahun ke depan BRI masih berpotensi untuk membayarkan dividen yang tinggi.

Sebab, katanya pula, saat ini rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan pada tahun 2022 berada di level yang sangat memadai atau mencapai 25,1 persen. Rasio ini masih sangat mencukupi untuk menutupi kebutuhan pertumbuhan bisnis maupun mitigasi risiko.

"Dengan CAR sebesar 25,1 persen, dalam pertumbuhan satu tahun dibutuhkan konsumsi terhadap CAR misalnya kurang lebih dua persen. Maka rasanya tiga sampai empat tahun ke depan, BRI layak membagikan dividen yang tinggi," kata Sunarso.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement