Rabu 08 Mar 2023 09:55 WIB

IHSG Lanjutkan Penurunan, BNI Sekuritas Berikan Rekomendasi Saham

Indonesia melaporkan kenaikan cadangan devisa menjadi 140,3 miliar dolar AS.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Lida Puspaningtyas
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah, turun 0,25 persen atau 17,03 poin ke level 6.880 pada penutupan perdagangan Jumat (10/2/2023) sore ini.
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah, turun 0,25 persen atau 17,03 poin ke level 6.880 pada penutupan perdagangan Jumat (10/2/2023) sore ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan pada pembukaan perdagangan Rabu (8/3/2023). IHSG terkoreksi tajam hingga 6.729,80 setelah kemarin ditutup melemah 0,59 persen.

"IHSG masih berpotensi turun setelah break di bawah 6.803," terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar dalam risetnya, Rabu (8/3/2023).

Baca Juga

Penurunan saham sektor energi kembali menekan laju IHSG dengan PTBA dan INCO anjlok lebih dari satu persen. Di sisi lain, saham bank jumbo tetap bergerak naik sehingga mampu menahan penurunan indeks yang lebih dalam.

Kemarin bursa di kawasan regional Asia Pasifik bergerak variatif. Hang Seng dan dua bursa China mencatat penurunan, sementara Nikkei dan TSEC Weighted Index naik.

 

Reserve Bank of Australia menaikkan suku bunga sebesar 25 bp menjadi 3,6 persen, sesuai ekspektasi. Indonesia melaporkan kenaikan cadangan devisa menjadi 140,3 miliar dolar AS per Februari 2023. Korea Selatan mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 1,3 persen yoy pada kuartal IV 2022.

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah signifikan sebesar 1,72 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang terkoreksi sebesar 1,53 persen sementara indeks Nasdaq juga turun sebesar 1,25 persen.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell menyatakan suku bunga tinggi kemungkinan akan berlangsung lebih lama. Hal ini memicu kekhawatiran akan kenaikan yang berpotensi lebih besar pada pertemuan bank sentral berikutnya.

Berikut saham pilihan BNI Sekuritas untuk ditransaksikan hari ini:

1.    PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP)

Resist: 10.075/10.175/10.350/10.575

Support: 9.875/9.650/9.500/9.325.

Rekomendasi: BUY 9.900 - 9.975 target 10.175/10.300 stop loss below 9.650.

2.    PT Bumi Resources Tbk (BUMI)

Resist: 127/131/138/141

Support: 123/119/115/111

Rekomendasi: BUY 119-123 target 128/131 stop loss di bawah 115

3.    PT Hillcon Tbk (HILL)

Resist: 1.615/1.645/1.695/1.730

Support: 1.560/1.530/1.455/1.425

Rekomendasi: BUY 1.520 - 1.550 target 1.600-1.615 stop loss di bawah 1.450.

4.    PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)

Resist: 1.480/1.505/1.540/1.565

Support: 1.445/1.410/1.360/1.315

Rekomendasi: BUY 1.455-1.465 target 1.505/1.540 stop loss di bawah 1.400.

5.    PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)

Resist: 3.910/3.960/4.000/4.050

Support: 3.840/3.780/3.720/3.650

Rekomendasi: BUY IF BREAK 3.880 target 3.980/4.000 stop loss di bawah 3.780.

6.    PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO)

Resist: 410/416/426/450

Support: 402/396/386/360

Rekomendasi: TRADING BUY target 410/416 stop loss di bawah 390.

*Pemberitaan ini tidak bertanggung jawab atas keuntungan ataupun kerugian keuangan yang timbul dari perdagangan saham. Pembaca diharapkan bijak dalam mengelola keuangannya.

         

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement