Rabu 11 Jan 2023 18:51 WIB

Likuiditas BRI Terjaga Sehat Sampai Akhir 2022

BRI menyatakan, hingga akhir 2022 perseroan dalam kondisi sehat.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Kantor Bank BRI. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan, hingga akhir 2022 BRI dalam kondisi sehat.
Foto: Is
Kantor Bank BRI. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan, hingga akhir 2022 BRI dalam kondisi sehat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menyatakan, hingga akhir 2022 BRI dalam kondisi sehat. Baik dari sisi permodalan maupun likuiditas serta kualitas aset. 

"Khusus untuk pertumbuhan kredit, tercatat pertumbuhannya positif. Ini sesuai guideline yang telah ditetapkan perseroan di awal 2022," ujar Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto kepada Republika, Rabu (11/1/2023).

Hanya saja, ia tidak menyebutkan angka pastinya. Ke depannya, kata dia, perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja positif. Optimisme tersebut didukung empat faktor utama sebagai syarat pertumbuhan.

Empat faktor itu pertama bersumber dari pertumbuhan baru melalui integrasi holding ultramikro. Kedua, permodalan yang kuat, tercermin dari CAR BRI konsolidasian sebesar 26,14 persen. Lalu, ketiga, likuiditas yang ample, dicerminkan dari LDR bank konsolidasian 88,51 persen.

"Berikutnya, quality of growth dengan rasio kredit macet atau nonperforming loan (NPL) 3,09 persen dan loan at risk (LAR) sebesar 19,28 persen," ujarnya.

Sebelumnya, BRI mengumumkan pertumbuhan kredit pada segmen mikro hingga 14,12 persen year on year (yoy) pada kuartal III 2022. Kredit Mikro BRI secara konsolidasian meningkat dari Rp 463,7 triliun pada kuartal III 2021 menjadi Rp 529,2 triliun pada kuartal III 2022.

Secara keseluruhan, BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit sebesar Rp 1.111,48 triliun atau tumbuh 7,92 persen yoy pada periode tersebut. Seperti diketahui, perseroan merupakan bank yang fokus pada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement