Jumat 21 Oct 2022 06:17 WIB

Garuda Indonesia Proyeksikan Restrukturisasi Rampung Akhir 2022

Garuda akan memaksimalkan strategi kinerja melalui inisiatif fleet strategy.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Nidia Zuraya
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra
Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memproyeksikan tahapan restrukturisasi yang dijalankan perseroan dapat rampung jelang akhir 2022. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan hal tersebut sejalan dengan telah diselesaikannya berbagai tahapan penting diantaranya melalui perolehan putusan homologasi atas rencana perdamaian dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) dan persetujuan atas rencana realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Rp 7,5 triliun. 

“Baru saja juga terlaksana adalah persetujuan pemegang saham atas aksi korporasi perseroan untuk rencana rights issue penambahan modal usaha,” kata Irfan, Kamis (20/10/2022). 

Baca Juga

Irfan menjelaskan, beberapa langkah strategis dalam mendukung percepatan langkah pemulihan kinerja melalui misi restrukturisasi tersebut menjadi sebuah fundamen penting atas langkah transformasi kinerja usaha. Khususnya untuj menjadikan Garuda sebagai entitas bisnis yang semakin adaptif, agile, dan berdaya saing menghadapi outlook tantangan kinerja usaha ke depannya.

Dia yakin prospek kinerja usaha yang ke depannya akan terus bertumbuh positif. Khususnya melalui pengembangan pangsa pasar domestik serta peluang jaringan penerbangan kargo internasional dan lini pendapatan ancillary. 

 

“Kami optimistis Garuda dapat terus berakselerasi dalam memanfaatkan momentum pemulihan kinerja menjadi Perusahaan penerbangan dengan basis profitabiltas kinerja usaha yang lebih solid lagi," jelas Irfan.

Irfan memastikan Garuda akan memaksimalkan strategi kinerja di tengah masa pemulihannya melalui inisiatif fleet strategy. Dia menuturkan, Garuda Indonesia menerapkan sejumlah program strategis melalui restrukturisasi kontrak sewa pesawat hingga renegosiasi biaya sewa pesawat, simplifikasi jenis armada hingga sinergi perluasan konektivitas udara antara Garuda indonesia dan Citilink. 

Irfan memastikan, Garuda juga melakukan pendekatan finansial strategi yang diantaranya turut ditempuh dengan optimalisasi tahapan PKPU, efisiensi biaya berbasis cost leadership, sekaligus supporting strategy melalui streamlining organisasi. Begitu juga dengan pengembangan portofolio bisnis anak usaha Garuda Indonesia Group hingga culture transformation​.

Garuda Indonesia juga menunjukkan performa kinerja positif khususnya pada saat proses PKPU telah selesai dilaksanakan. Garuda mencatat laba bersih sebesar 3,76 miliar dolar AS pada semester I 2022. 

“Pendapatan ini selain dikontribusikan oleh pendapatan usaha yang meningkat hingga 26,10 persen dibarengi dengan penyusutan beban usaha 11.71 persen, dan hasil restrukturisasi keuangan melalui juga dicatatkan pada laba buku perusahaan,” ungkap Irfan. 

Garuda Indonesia secara grup juga mencatatkan pertumbuhan penumpang sebesar 10,59 persen atau sekitar 6,5 juta penumpang dari periode yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sekitar 5,8 juta penumpang. Irfan mengatakan permintaan penumpang jelang kuartal IV 2022 juga tumbuh positif berkisar di angka 84 persen dari total ketersediaan kursi di periode akhir tahun yaitu sedikitnya 2,7 juta kursi.

Baca juga : IHSG Berpeluang Menguat Terbatas, Ini Deretan Saham Jagoan Analis

Outlook kinerja positif tersebut turut bertepatan dengan momentum putusan Mahkamah Agung (MA)  yang menolak pengajuan kasasi yang diajukan oleh Greylag Goose Leasing 1410 Designated Acitivty Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Acitivty Company pada 26 September 2022 lalu. 

Irfan menjelaskan, pengumuman putusan MA terkait penolakan atas pengajuan kasasi lessor tersebut semakin mempertegas komitmen perseroan untuk memastikan langkah akseleratif kinerja turut memiliki landasan hukum yang solid dengan senantiasa mengedepankan asas kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

"Hal ini yang tentunya turut menjadi momentum penting bagi upaya Garuda dalam memaksimalkan momentum bangkitnya sektor industri aviasi di tahun 2023 mendatang,” jelas Irfan.

Baca juga : Wapres Minta Kantor Perwakilan di LN Gencarkan Fesyen Muslim Indonesia

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement