Selasa 11 Oct 2022 08:24 WIB

Industri Pesawat Prediksi Penerbangan Komersial Pulih 2023

Penerbangan komersial pulih dengan nilai diprediksi meningkat dua kali lipat

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Perusahaan multinasional Airbus memprediksi pasar layanan penerbangan komersial akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada 2023. Nilainya juga diprediksi meningkat menjadi dua kali lipat dalam 20 tahun kedepan dari 95 miliar dolar AS menjadi di atas 230 miliar dolar AS pada 2041.
Foto: istimewa
Perusahaan multinasional Airbus memprediksi pasar layanan penerbangan komersial akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada 2023. Nilainya juga diprediksi meningkat menjadi dua kali lipat dalam 20 tahun kedepan dari 95 miliar dolar AS menjadi di atas 230 miliar dolar AS pada 2041.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perusahaan multinasional Airbus memprediksi pasar layanan penerbangan komersial akan pulih ke tingkat sebelum pandemi pada 2023. Nilainya juga diprediksi meningkat menjadi dua kali lipat dalam 20 tahun kedepan dari 95 miliar dolar AS menjadi di atas 230 miliar dolar AS pada 2041. 

“Dampaknya, pekerja layanan aviasi yang memastikan pesawat-pesawat terbang setiap hari diprediksikan akan bertambah dua juta orang,” kata Airbus EVP Programmes and Services Philippe Mhun dalam pernyataan tertulis yang diterima Republika.co.id, Senin (10/10/2022). 

Mhun menuturkan setiap hari, jutaan pekerja di bidang pelayanan yang merupakan pahlawan di balik layar. Dengan menjaga armada pesawat global kami untuk tetap terbang.

“Jumlah pilot, awak kabin, dan spesialis pemeliharaan saja diprediksi akan bertambah dua juta lagi pada tahun 2041”, tutur Mhun. 

Mhun menjelaskan, percepatan digitalisasi layanan perbaikan dan operasional, serta armada pesawat generasi terbaru yang jumlahnya semakin banyak akan mengakibatkan kebutuhan besar untuk keahlian dan pekerjaan baru. Terlebih saat ini juga memanfaatkan alat-alat dan cara bekerja yang baru untuk terus memajukan efisiensi sektor ini dan mengurangi emisi dan konsumsi bahan bakar.

Airbus juga memprediksi tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 3,7 persen akan meningkatkan nilai pasar layanan dukungan penerbangan hingga dua kali lipat dalam dua dekade mendatang. Kenaikan tersebut juga akan disertai dengan permintaan terbesar untuk tenaga 585 ribu pilot baru, 640 ribu teknisi baru, dan 875 ribu awak kabin baru.

Mhun menyimpulkan, laporan GSF mengkonfirmasi strategi Airbus dan kami telah siap untuk menerapkannya. “Pengalaman pelanggan adalah prioritas kami, nilai yang mereka dapat akan didukung oleh keunggulan dalam layanan berkelanjutan dan transisi energi baru, yang sepenuhnya memanfaatkan kemampuan digital Airbus Skywise kami,” tutur Mhun. 

Dia yakin layanan penerbangan akan tetap menjadi salah satu industri paling maju dan internasional. Airbus berkomitmen menjaga pelangganya dan masyarakat luas di jantung operasinya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement