Kamis 05 May 2022 11:25 WIB

Bank Indonesia Diprediksi Naikkan Suku Bunga Acuan 75 Basis Poin

Ekonom menyebut Bank Indonesia bisa menaikkan suku bunga pada Semester II/2022

Rep: Novita Intan/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Faisal Rachman memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI-7DRRR secara total sebesar 75 bps menjadi 4,25 persen pada 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,50 persen.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Layar memampilkan logo Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Faisal Rachman memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI-7DRRR secara total sebesar 75 bps menjadi 4,25 persen pada 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,50 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Sentral AS Federal Reserve atau The Fed resmi menaikkan suku bunga 50 basis poin usai rapat FOMC, Kamis (5/5) dini hari waktu Indonesia. Adapun kebijakan tersebut akan membuat kisaran target suku bunga dana federal sebesar 0,75 persen hingga satu persen, dibandingkan kisaran sebelumnya yang berada rentang 0,25 persen hingga 0,5 persen.

Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Faisal Rachman memperkirakan Bank Indonesia akan menaikkan BI-7DRRR secara total sebesar 75 bps menjadi 4,25 persen pada 2022 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 3,50 persen.

Baca Juga

“Sikap The Fed lebih hawkish di tengah meningkatnya tekanan inflasi. Kami masih mengharapkan BI dapat mulai menaikkan BI-7DRRR pada semester II 2022," ujarnya kepada wartawan, Kamis (5/5).

Faisal menyebut melonjaknya harga komoditas global akibat konflik antara Rusia dan Ukraina telah mendorong kinerja ekspor Indonesia dan memperpanjang rangkaian surplus perdagangan. Hal ini dapat mendukung kondisi neraca transaksi berjalan serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sampai tingkat tertentu.

 

"Kondisi tersebut bisa memberikan ruang yang cukup bagi BI-7DRRR dapat bertahan level 3,50 persen dalam beberapa waktu," ucapnya.

Kendati demikian, menurut Faisal, Bank Indonesia akan menjaga stabilitas dengan meningkatkan rasio persyaratan cadangan (RRR) terlebih dahulu, dan mengurangi pelonggaran kuantitatif, sebelum menyesuaikan Bl-7DRRR.

“Waktu peningkatan BI-7DRRR akan sangat bergantung pada kondisi inflasi domestik yang diperkirakan akan meningkat secara fundamental dan substansial pada semester II 2022,” katanya.

Faisal juga melihat, Bank Indonesia akan melanjutkan  langkah-langkah makroprudensial agar tetap akomodatif pada 2022 guna mendukung pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement