Sabtu 01 Jan 2022 08:20 WIB

Tahun Ini Kemenkop akan Bangun 5 Factory Sharing

Pengelolaan factory sharing nantinya berbentuk koperasi.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Nidia Zuraya
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengungkapkan, rata-rata produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) kurang berdaya saing. Hal itu karena, diproduksi menggunakan alat sederhana.

"Ada gap lebar antara UMKM dengan industri besar. Sebab industri besar memakai teknologi modern, jadi bukan hanya soal digital market. Ini contoh yang akan kita benahi," ujar Teten, Jumat (31/12/2021).

Baca Juga

Tahun depan, lanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) bakal membangun factory sharing atau tempat produksi bersama. Di sana akan disediakan teknologi modern agar hasil produksi UMKM sejajar dengan produk industri.

Ada lima piloting factory sharing yang siap dibangun tahun depan. "Karena supaya UMKM sekelas produk industri peralatannya, hanya bisa dengan konsep factory sharing," tuturnya.

 

Teten mengaku sudah berbicara dengan beberapa kepala daerah terkait factory sharing. "Saya sudah banyak bicara dengan kepala daerah, daripada bagi-bagi alat sederhanan ke UKM. Mending diklasifikasikan  per klaster lalu dibangun tempat produksinya, saya harap bisa lebih cepat bangun factory sharing untuk tingkatkan kualitas produk UMKM kita," ujar dia.

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM Hanung Harimba Rachman menambahkan lima piloting factory sharing yang bakal dibangun meliputi tempat produksi minyak atsiri di Aceh, produk kelapa dan turunannya termasuk fiber coco di Sulawesi Utara, di Jawa Tengah untuk mebel, daging sapi di Nusa Tenggara Timur, serta biofarmaka atau tanaman obat-obatan di Kalimantan Timur. Diharapkan pengelolaan factory sharing nantinya berbentuk koperasi.

"Pembiayaannya dari LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) dan fasilitasnya dibangun pemerintah. Sekarang bersama-sama kita siapkan kelembagaannya," kata dia.

Ia mengatakan, kelembagaan itu penting, karena factory sharing tidak hanya dibangun, melainkan juga dilakukan pendampingan. Dirinya menambahkan, setelah lima piloting factory sharing dibangun, diharapkan bisa direplikasi daerah lain.

"Baru lima tapi semoga bisa menjadi benchmark untuk yang lain," ujar Hanung. Ditargetkan, tahun depan factory sharing sudah bisa dioperasionalkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement