Selasa 30 Nov 2021 07:15 WIB

SKK Migas Gandeng BP Tangguh Bangun CCUS

Pembangunan CCUS akan menjadikan emisi di wilayah kerja migas lebih rendah.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Friska Yolandha
Logo British Petroleum
Logo British Petroleum

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- British Petroleum (BP) selaku operator di Lapangan Gas Tangguh, Bintuni Papua saat ini sedang mengembangan proyek lapangan train 3. Sejalan dengan cita-cita seluruh negara untuk mencapai net zero emission pada 2050 mendatang, BP secara paralel membangun Carbon Capture Utilization Storage (CCUS).

"Kami berencana untuk membangun CCUS pertama di Indonesia. Proyek ini dinamakan Vorwata CCUS yang hari ini kesepakatan kepastian pembangunannya kami sepakati hari ini," ujar Presiden Director BP Berau Ltd, Nader Zaki di Bali, Senin (29/11).

Baca Juga

Nader menjelaskan proyek CCUS ini akan punya kapasitas 4 metrik ton CO2 per tahun. Nantinya, melalui pabrik ini, CO2 yang dihasilkan oleh proses pengeboran diinjeksikan kembali ke resevoar.

Tak hanya menangkap CO2 yang kemudian dikembalikan lagi ke resevoar, tetapi melalui teknologi EGR mechanism bisa mengembalikan CO2 tersebut, perusahaan bisa meningkatkan cadangan gas di 2035 sebanyak 300 bcf dan naik menjadi 520 bcf di 2045 mendatang.

"Dengan langkah ini kami menjawab dilema yang dihadapkan pada industri hulu migas saat ini, untuk meningkatkan produksi dan juga mengurangi emisi," ujar Nader.

Proyek senilai 2-3 miliar dolar AS ini akan mendukung perusahaan untuk menjadikan Tangguh LNG Plant sebagai lapangan yang paling rendah emisinya di 2026 mendatang. Melalui proyek ini, perusaahan bisa mengeleminasi 90 persen beban emisi dalam resevoar.

"Melalui signing hari ini menjadi wujud komitmen BP dan partners dalam mendukung produksi nasional dan juga menekan emisi karbon," ujar Nader.

Selain BP, melihat kesempatan adanya teknologi ini, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) mendorong para KKKS lain juga membangun CCUS ini sebagai salah satu cara untuk mengurangi emisi karbon. Kepala SKK Migas Dwi Sutjipto menjelaskan saat ini beriringan dengan prinsip Green Economic dan kesepakatan Paris Agreement banyak KKKS yang menyertakan proyek pembangunan CCUS. 

"Karena ini masuk dalam kewajiban mereka dalam mencapai net zero carbon emission. Beberapa perusahaan sudah memberikan sinyal untuk menyertakan proyek CCUS ini dalam Plan Of Development (POD) mereka, " ujar Dwi.

Misalnya, Inpex selaku operator Lapangan Abadi, Blok Masela. Kata Dwi, Inpex mendapatkan mandat dari holding untuk bisa menerapkan teknologi yang mampu mengurangi emisi karbon dalam operasional produksi. 

"Yang usul proposal cukup banyak. Salah satunya Inpex menyelipkan proyek CCUS dalam POD mereka," kata Dwi. 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement