Jumat 19 Mar 2021 15:34 WIB

79,21 Persen Biaya Operasional BLU Tidak Ketergantungan APBN

BLU semakin mandiri dan pengelolaan keuangannya baik.

Rep: Novita Intan/ Red: Friska Yolandha
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Pemerintah mencatat sebanyak 79,21 persen biaya operasional Badan Layanan Umum (BLU) pada 2020 sudah tidak mengandalkan APBN.
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Menteri Keuangan Sri Mulyani bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/3). Pemerintah mencatat sebanyak 79,21 persen biaya operasional Badan Layanan Umum (BLU) pada 2020 sudah tidak mengandalkan APBN.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Pemerintah mencatat sebanyak 79,21 persen biaya operasional Badan Layanan Umum (BLU) pada 2020 sudah tidak mengandalkan APBN. Adapun realisasi ini naik 53,7 persen pada 2012.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan masih terdapat 20,79 persen BLU yang mengandalkan APBN dalam pembiayaan operasional mereka atau turun dari 46,3 persen pada 2012. Hal ini menandakan BLU mulai mandiri dalam pembiayaan operasionalnya yang terlihat dari ketergantungan terhadap APBN mengalami penurunan. 

Baca Juga

“Ini berarti BLU semakin mandiri dan oleh karena itu profesionalisme dalam pengelolaan keuangannya menjadi baik. Ini merupakan hal yang positif meskipun kita tetap menjaga tidak terjadinya komersialisasi yang menimbulkan dampak negatif dari sisi akses pelayanan bagi masyarakat terutama yang tidak mampu,” ujarnya saat acara Rakor BLU 2021, secara virtual, Jumat (19/3).

Menurutnya pengelolaan keuangan pada BLU sudah semakin baik. Hal ini menunjukkan meskipun tidak mengejar keuntungan namun bukan berarti pengelolaan BLU tidak profesional.

“Tidak boleh amburadul yang seenaknya sendiri justru manajemennya semakin baik karena berkaitan dengan pelayanan masyarakat," tegasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement