Selasa 19 May 2020 11:58 WIB

Kementan Salurkan Bantuan Sembako Hingga Benih Sayur dan Bua

Ditjen Hortikultura Kementan akan petakan bantuan sembako bagi warga

Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memberikan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar. Bantuan diberikan untuk meringankan beban warga yang notabene terkena dampak Covid-19.
Foto: Kementan
Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memberikan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar. Bantuan diberikan untuk meringankan beban warga yang notabene terkena dampak Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian memberikan ratusan paket sembako kepada masyarakat sekitar. Bantuan diberikan untuk meringankan beban warga yang notabene terkena dampak Covid-19.

Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan bahwa pihaknya memahami besarnya efek domino dari pandemi virus ini. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL), agar jajarannya turut berbagi dengan warga sekitar. 

"Alhamdulillah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, Ditjen Hortikultura bisa berbagi. Ini merupakan partisipasi dari para pegawai Ditjen Hortikultura. Bantuan ini diberikan minimal untuk sekitaran kawasan kantor," ujar Anton-sapaannya- di Kantor Ditjen Hortikultura, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (18/5).

Anton menambahkan jika bantuan yang diberikannya ini bakal berlanjut. Ke depan, pihak Ditjen Hortikultura akan memetakan kembali pemberian bantuan kepada warga.

"Insya Allah tidak hanya hari ini saja. Nanti akan ada bantuan lainnya," tambah Alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Adapun paket sembako yang diberikan antara lain minyak goreng, beras, makanan ringan, hingga mie instan. Bantuan diberikan kepada warga sekitar kantor, Jatipadang, Karang Pola, Pasar Minggu, awak media, tim cleaning service dan satuan pengamanan Ditjen Hortikultura. Serah terima paket bantuan langsung dilakukan oleh Anton secara simbolis kepada beberapa perwakilan penerima.

Dalam kesempatan itu, Anton juga memaparkan bahwa stok pangan khususnya komoditas hortikultura aman. Hal tersebut terlihat pasa Early Warning System (EWS) alias sistem pemantauan stok komoditas hortikultura Ditjen Hortikultura. 

"Semua terkendali, baik harga maupun stok.  Bawang merah memang sempat gangguan karena ada pergeseran pola tanam dan faktor musim kemarau. Tapi kami jamin semuanya sudah normal," ungkap dia. 

Salah seorang warga, Ahmad Zarkasih mengapresiasi upaya Ditjen Hortikultura memberikan bantuan. Di tengah Pandemi Covid-19, kebutuhan sembako sangat diperlukan. "Karena seperti saya ini (driver online), sudah gak bisa bawa penumpang. Cuma boleh angkut barang. Penghasilan menurun drastis," ujar Zarkasih, warga Jati Padang, Jakarta Selatan. 

Zarkasih berharap pemerintah terus memperhatikan masyarakat kurang mampu. Terutama bagaimana memberikan suplai bantuan secara berkelanjutan. "Semoga dari Kementan ini terus berlanjut. Terima kasih Bapak Dirjen," ungkap dia. 

Bantu Berikan Benih

Dalam kesempatan itu Anton menegaskan bahwa Kementan akan mengawal proses distribusi kebutuhan pangan. SYL, kata dia, telah menginstruksikan untuk memantau secara intensif. "Kementan juga men-support cost biaya distribusi hasil panen petani. Ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya yang harus mereka keluarkan," lanjut Anton. 

Dia menambahkan dalam waktu dekat Kementan bakal memberikan bantuan benih sayur dan buah kepada masyarakat. Salah satu tujuannya untuk membantu kecukupan pangan dan ekonomi warga. "Insya Allah mulai didistribusikan akhir Mei ini," jelas Anton. 

Selain kepada petani, Kementan juga memberikan diskon untuk pembelian komoditas hortikultura. Teknisnya, Kementan bekerja sama dengan startup berbasis pertanian. "Salah satunya Kedai Sayur. Mereka sudah bermitra dengan ribuan petani. Jadi masyarakat yang membeli sayur mayur via online, nanti ada diskon khusus," kata Anton. 

Anton berharap beragam stimulus bantuan yang diberikan Kementan bisa mengurangi beban masyarakat termasuk para petani. Biaya distribusi akan dibantu oleh Kementerian Pertanian, harga di produsen akan sama yang diterima oleh wilayah yang didistribusikan.

"Saya dengan seluruh jajaran komitmen juga komitmen menjaga pangan. Meski dalam masa WFH (working from home) kami berharap tidak ada gejolak. Kami pantau terus. Semoga Covid-19 segera berlalu. Kita harus optimis bangkit," tutur Anton.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement