Jumat 10 Jan 2020 21:27 WIB

AS Berencana Kucurkan Investasi Miliaran Dolar ke Indonesia

DFC melihat banyak potensi bisnis dan pembangunan di Indonesia yang menarik.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menerima CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler (kedua kiri) bersama rombongan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (ketiga kanan) didampingi sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju menerima CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler (kedua kiri) bersama rombongan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- International Development Finance Corporation (DFC) berkunjung ke Kantor Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi pada Jumat (10/1). Rencananya DFC akan berinvestasi di Indonesia dengan nilai miliaran dolar.

Beberapa proyek yang akan dikerjakan oleh BUMN juga swasta Indonesia akan didanai oleh DFC. Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo menambahkan ada tiga sektor investasi yang ditawarkan ke International Development Finance Corporation (DFC). Di antaranya toll road, pariwisata, dan sektor energi baru terbarukan.

Baca Juga

"Belum tahu (investasinya). Tapi kita lagi tawarin sektornya. Ada sektor toll road, tourism, sama sektor renewable energy, kita lagi bicara sama mereka kira-kira seperti apa struktur dan sektor yang mereka mau," ujar Tiko di Kantor Luhut, Jumat (10/1).

Meski sudah ada komitmen investasi tersebut, namun Tiko belum bisa menerangkan lebih lanjut sektor apa yang paling memungkinkan untuk dibidik. "Saya rasa 3 tadi, dari toll road, kemudian tourism, untuk kawasan turis-turis baru, dari sisi infrastruktur perhotelannya, sama yang ketiga renewable energi," tambah Tiko.

CEO International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler menjelaskan ia melihat banyak potensi bisnis dan pembangunan di Indonesia yang menarik. Ia menilai potensi ini merupakan proyek yang menarik untuk investasi. Ia menjelaskan saat ini Amerika memang sedang proaktif dalam melihat potensi investasi dan bisnis di Asia Tenggara.

"Saya rasa banyak potensi yang bisa dikembangkan dan juga kami (Amerika) ingin lebih proaktif lagi," ujar Adam di Kantor Kemenko Maritim dan Investasi, Jumat (10/1).

Adam menjelaskan yang akan masuk untuk investasi tak hanya DFC secara mandiri, ia melihat banyak potensi yang banyak dikembangkan di Indonesia yang menarik bagi para swasta di Amerika.

"Kalian bertanya berapa besar komitmennya. Saya tahu kalian ingin mendengar angka. Ini saya bisa sebutkan investasinya multi miliar dolar. Itu berarti karena (dana) kita berdasarkan porsi, maka bisnis swasta AS berkomitmen puluhan miliar dolar," ujar Adam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement