Sabtu 21 Dec 2019 13:27 WIB

Teten Gandeng Aktivis Brand Lokal Dongkrak Citra UKM Kuliner

Pemerintah akan melakukan standardisasi bisnis startup kuliner Indonesia

Popularitas makanan Indonesia kian meningkat, terlihat dari makin banyaknya tempat berbintang yang menyajikan kuliner Nusantara.
Foto: Republika/Rakhmawaty La'lang
Popularitas makanan Indonesia kian meningkat, terlihat dari makin banyaknya tempat berbintang yang menyajikan kuliner Nusantara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menggandeng para aktivis brand lokal untuk bekerja sama dalam upaya mendongkrak citra dan merek UKM kuliner di Indonesia. Local Brand Activist Arto Biantoro mengatakan ia telah bertemu dengan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kantor Menteri Koperasi dan UKM Jakarta pada Jumat (20/12) kemarin.

Arto kemudian menekankan perlunya melakukan langkah akselerasi untuk mendongkrak citra dan popularitas brand lokal terutama yang bergerak di bidang pangan di tanah air. “Kami sepakat untuk mendukung Kementerian Koperasi dan UKM dalam mengakselerasi brand-brand lokal milik start up kuliner di Indonesia melalui berbagai langkah yang akan dirumuskan bersama,” kata Arto di Jakarta, Sabtu (21/12).

Baca Juga

Ia mengatakan pada Pemerintahan Jokowi periode sebelumnya, telah dirancang misi bersama untuk mengakselerasi brand lokal sampai 2025. “Upaya ini untuk melanjutkan misi bersama kami dengan pemerintah dalam mengakselerasi brand lokal startup pangan,” katanya.

Chief Marketing Officer Ultra Bonnie Susilo yang juga Perwakilan dari Perkumpulan Food Startup Indonesia mengatakan pihaknya ingin melanjutkan program yang diinisiasi bersama Pemerintah yakni Food Start Up Indonesia.

“Dalam program ini, kami bersama-sama pemerintah memberikan capacity building kepada UMKM Indonesia dalam skala masif agar bisa terakses dengan pasar dan permodalan,” kata Bonnie.

Kepada Menteri Koperasi dan UKM ia menyampaikan usulan enam langkah dalam satu tahun ke depan untuk mengakselerasi dan menyetandarisasi bisnis startup kuliner dalam skala masif. Langkah pertama yang diusulkan yakni capacity building, kemudian menjaring para talenta dari 10.000 startup diharapkan bisa menjaring 1000-3000 startup dengan pitch deck paling potensial.

“Kemudian kita akan mengkurasi lagi menjadi 100 untuk kita lakukan booth camp dan kemudian produk atau bisnisnya kita pertemukan dengan value atau produk yang sejalan dengan national interest,” katanya.

Selanjutnya dari booth camp diharapkan para start up itu bisa memproduksi 1 juta produk dengan value yang menonjolkan keunggulan kuliner Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan apresiasi yang tinggi dan berminat untuk berkolaborasi lebih lanjut dalam upaya mengakselerasi food start up Indonesia.

“Apa yang mereka rancang ternyata sejalan dengan apa yang sudah kami rencanakan untuk mendorong UKM di bidang kuliner semakin berkembang dan brand-brand lokal semakin populer dan disukai pasar,” kata Teten.

Ultra dan sejumlah perusahaan lain sebagai salah satu perusahaan inkubator bagi start up kuliner bahkan telah menyiapkan modul dan langkah-langkah konkret termasuk memiliki database yang akan mendukung sukses program Kementerian Koperasi dan UKM.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement