REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mendukung penuh Peluncuran Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA). Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir mengatakan program tersebut dapat semakin meningkatkan penetrasi restoran dan rempah Indonesia Indonesia di luar negeri.
"Tujuan kita dengan bergabung seperti ini untuk meningkatkan jumlah restoran Indonesia dan meningkatkan kualitas restoran Indonesia," ujar Arrmanatha dalam acara Peluncuran Program Rasa Rempah Indonesia (S’RASA) di Sarinah, Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Arrmanatha mengatakan Kemenlu telah melakukan survei di 132 kantor perwakilan di luar negeri. Arrmanatha mencatat terdapat 1.221 restoran Indonesia di 67 negara.
"Dari hasil survei kita, restoran Indonesia yang terbanyak ada di Belanda, kedua itu ada di Australia, ketiga ada di Arab Saudi, yang keempat, yang uniknya itu ada di Kamboja," sambung dia.
Arrmanatha mengatakan program kolaborasi lintas kementerian ini dapat menyokong konsistensi restoran Indonesia yang ada di empat negara tersebut. Arrmanatha menyampaikan gastronomi merupakan salah satu alat diplomasi yang telah dilakukan Indonesia sejak lama.
Arrmanatha menyebut program kolaborasi ini merupakan awal yang baik dalam meningkatkan standar restoran Indonesia di mancanegara. Arrmanatha berharap upaya konkret ini dapat semakin mengenalkan kuliner Indonesia di kancah dunia.
"Dari survei ini juga kita ketahui makanan Indonesia yang paling dikenal dan paling difavoritkan itu sate, nasi goreng, gado-gado, rendang, dan hal-hal yang terkait dengan mie, apakah itu mie goreng, apakah itu mie rebus, atau mie bakso," kata Arrmanatha.