Jumat 31 May 2019 06:30 WIB

Otoritas Bandara: Penerbangan Ekstra Bisa Tekan Harga Tiket

Maskapai seperti Lion Air sudah mengaktifkan penerbangan ekstra.

Sejumlah calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019).
Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Sejumlah calon penumpang pesawat udara, berada di konter check in, Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (24/1/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI Agoes Soebagio mendorong maskapai untuk segera mengaktifkan extra flight. Penerbangan tambahan ini bertujuan untuk membantu mengendalikan harga tiket yang naik signifikan menjelang Lebaran 2019.

"Sekarang maskapai Lion Air sudah mulai mengaktifkan extra flight untuk angkutan Lebaran Idul Fitri 2019. Kita dorong maskapai lain segera mengikuti," katanya di Padang, Kamis (30/5).

Baca Juga

Menurutnya, pesawat tambahan memiliki kapasitas dua kali lipat dari pesawat biasa. Sehingga, pelayanan warga yang mudik dengan angkutan udara jadi lebih maksimal.

Agoes mengatakan saat ini harga tiket dari Jakarta ke Padang sangat mahal. Pasalnya, pesawat yang tersisa hanya pesawat transit dari kota lain. Misalnya, penumpang yang hendak ke Padang, harus transit dulu di Medan atau di Batam kemudian baru diterbangkan lagi ke Padang.

Menurut dia, ini mengakibatkan penumpang harus membayar harga untuk dua rute penerbangan hingga sampai di Padang. Hal inilah yang menyebabkan harga tiket pesawat menjadi sangat mahal.

Agoes menjelaskan dengan harga tiket pesawat yang tinggi ini, jumlah pemudik yang menggunakan transportasi udara berkurang. Untuk wilayah Otoritas Bandara Wilayah VI rata-rata turun 20 persen sampai 30 persen.

"Dibanding tahun lalu, semuanya menurun rata-rata di atas 20 persen. Mudah-mudahan sejak H-6 ini jumlah penumpang meningkat," ujar Agoes.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat meninjau arus mudik di BIM mengatakan sebagian perantau yang tahun lalu mudik menggunakan transportasi udara, pindah menggunakan transportasi darat karena mahalnya harga tiket. "Kita ambil positifnya saja, setidaknya transportasi angkutan darat kembali bergairah dan perekonomian di sepanjang jalan lintas Sumatera kembali bergerak," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement