Selasa 07 May 2019 03:42 WIB

Pemerintah akan Turun Tangan Atasi Mahalnya Tiket Pesawat

Menko Perekonomian Darmin Nastion menyebut harga tiket sudah meresahkan konsumen.

Darmin Nasution
Foto: Republika/Yogi Ardhi
Darmin Nasution

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan,  pemerintah akan turun tangan mengatasi tingginya harga tiket pesawat. Ini mengingat tarif moda transportasi tersebut dinilai sudah meresahkan masyarakat.

"Kita harus memahami struktur pasar dan mengambil kebijakan berdasarkan hal tersebut," ujar Menko Darmin dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (7/5).

Baca Juga

Menko Darmin mengatakan, pemerintah turun tangan mengatasi persoalan ini karena menyangkut kepentingan masyarakat luas, bukan semata-mata didominasi oleh hal-hal berbau bisnis dan pasar saja.

Menurut Darmin, harga tiket pesawat ini yang cukup tinggi ini sudah meresahkan  pengguna transportasi, terutama menghadapi musim mudik. Masyarakat memerlukan kepastian tentang harga tiket pesawat agar masih terjangkau oleh mereka.

Oleh karena itu Menko Perekonomian menginstruksikan kepada kementerian terkait, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, untuk mengatur kembali batas atas dan batas bawah dari harga tiket pesawat.

Menjelang musim mudik Lebaran, tak dipungkiri jika harga tiket transportasi, baik itu darat, laut dan udara menjadi hal krusial yang diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat.

Saat ini, masyarakat merasakan harga tiket pesawat meningkat daripada biasanya, bahkan sejak saat sebelum Ramadhan ini.

Sebelumnya Menko Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi terkait harga tiket pesawat, dihadiri oleh Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kemenko Perekonomian akan kembali mengadakan rakor untuk membahas hal ini lebih lanjut, setelah ditentukan rancangan batas atas harga tiket pesawat yang baru. Harapannya sudah akan timbul kecerahan di tengah masyarakat soal harga tiket pesawat ini.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement