Jumat 19 Apr 2019 07:11 WIB

OJK Undang Investor Inggris Investasi di Pasar Keuangan

Sejak awal 2019, kinerja pasar saham dan keuangan Indonesia terus meningkat

Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Sejumlah pekerja beraktivitas di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (16/4/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengundang investor Inggris untuk menggenjot investasinya di pasar keuangan Indonesia yang sedang tumbuh pesat. Ajakan itu disampaikan Wimboh dalam Indonesia Executive Forum 2019, di London, Inggris, Kamis (18/4).

Direktur Eksekutif YIPA Inggris Raya,Steven Marcelino kepada Antara London, Kamis, mengatakan forum yang dihadiri puluhan investor dan direktur kawakan Inggris ini diadakan Young Indonesian Professionals’ Association (YIPA) Inggris Raya bekerja sama dengan Bank Indonesia London, Institute of Directors (IoD) London, Accenture dan Prudential.

Baca Juga

Lebih lanjut Wimboh menyampaikan perekonomian Indonesia yang tumbuh pada angka 5,17 persen year on year (yoy) di 2018, paling tinggi ketiga di antara negara-negara G20 setelah India dan China, membuktikan Indonesia memilki fundamental ekonomi makro yang solid.

Indonesia mampu keluar dari tekanan dinamika global dari normalisasi suku bunga dan tensi perang dagang AS dan China. Sejak awal tahun 2019 nilai tukar rupiah mulai stabil dan kinerja indeks harga saham gabungan (IHSG) terus meningkat bersamaan dengan masuk modal asing seiring positifnya persepsi investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia. Tingkat inflasi Indonesia juga stabil dan cukup rendah berada di level 2,48 persen pada Maret.

Chairman Institute of Directors David Stringer-Lamarre mengatakan direktur dan pengusaha di London dan Distrik City of London terbangun akan peluang investasi di Indonesia yang begitu luar biasa. London terbuka untuk bisnis dan tekad untuk membangun hubungan dengan Indonesia yang perekonomiannya terbesar di kawasan ASEAN. City of London adalah jantung industri pasar keuangan dan komersial di Inggris.

Direktur Eksekutif Jardine Matheson Holdings Lord James Sassoon dan Direktur Prudential Group untuk Regulatory and Government Relations Julian Adams bergabung sebagai panelis Lord Sassoon yang pernah menjabat sebagai Treasury Minister di Inggris sejak 2010-2013 kagum atas prestasi Indonesia yang mampu melakukan diversifikasi dalam financial market development.

Jardine melalui subsidiari di Indonesia, Astra International dan berbagai anak bisnis industri perbankan, asuransi dan leasing bertumbuh cukup baik dikarenakan demografi yang sehat dan regulasi yang kondusif.

Lord Sassoon mengingatkan Indonesia pun dapat menarik modal yang cukup besar untuk membantu pembangunan infrastruktur di Indonesia dari global IDR-denominasi Komodo Bonds dengan listing di London Stock Exchange. Beberapa BUMN memanfaatkan instrumen Komodo Bonds yaitu PT Jasa Marga dan PT Wijaya Karya.

Julian Adams mempaparkan penting peran asuransi memobilisasi investasi jangka panjang dan turut berkontribusi dalam pertumbuhan sektor keuangan di Indonesia.

Forum berlangsung di markas besar Accenture UK, dihadiri Chief Executive Bank Mandiri Europe Ltd Nyoman Suarja, dan General Manager Bank Negara Indonesia London Branch, Ujuan Marihot sebagai representasi dari bank BUMN yang mendukung misi YIPA untuk meningkatkan jaringan bisnis dan investasi antara Indonesia dan Inggris Raya, serta Direktur Bank Indonesia London Donny Hutabarat.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement