Selasa 26 Mar 2019 18:50 WIB

Pemerintah Butuh Enam Bulan Kaji Pelepasan Saka Energi

Saka Energi masih dipertimbangkan untuk bergabung dengan Pertamina atau dilepas.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8).
Foto: Antara/Moch Asim
Suasana kegiatan ekplorasi minyak bumi yang dilakukan PT Saka Energi Indonesia di Blok Pangkah, Gresik, Jawa Timur, Jumat (31/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saka Energi, anak usaha dari PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang bergerak di bidang hulu migas, masih belum diputuskan nasibnya apakah akan bergabung dengan Pertamina atau dilepas melalui skema IPO. Pemerintah masih perlu melakukan kajian setidaknya sampai enam bulan ke depan untuk menentukan nasib Saka Energi.

Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurna menjelaskan, pemerintah membutuhkan waktu untuk mengkaji berbagai opsi untuk Saka Energi. Fajar menjelaskan, ada beberapa opsi yang saat ini sedang dihitung antara Pemerintah, Pertamina dan PGN sendiri.

Baca Juga

"Kami masih kaji. Butuh waktu setidaknya enam bulan memang. Kan semua perlu perhitungan. Ada beberapa opsi. Kami masih mikir, ini Saka mau kita apain," ujar Fajar di Hotel JW Marriot, Selasa (26/3).

Fajar memerinci opsi tersebut, antara lain adalah, pertama, mengonsolidasikan Saka Energi ke Pertamina. Opsi ini mungkin dilakukan karena keduanya punya core bisnis yang sama, yaitu di sektor hulu migas. Opsi kedua adalah menjual langsung Saka Energy ke Pertamina. "Dua-duanya mungkin, makanya kami kaji dulu," ujar Fajar.

Namun, tak berhenti sampai di situ, kata Fajar, terbuka pula opsi untuk melakukan IPO untuk Saka. Juga terbukanya opsi untuk merestrukturisasi antara Saka-Pertamina dan PGN dengan lini bisnis gas milik Pertamina.

"Ya, kami paralel untuk terus hitung. Sabar lah ya, kan nggak mungkin seminggu selesai," ujar Fajar.

Ditemui di tempat yang sama, Direktur Keuangan PGN Said Reza Pahlevy menjelaskan, PGN sendiri secara internal juga belum akan memutuskan langkah melepas Saka dalam waktu dekat. Reza menjelaskan, PGN akan lebih dulu mau meningkatkan kinerja keuangan Saka pada tahun ini.

Perbaikan kinerja keuangan ini dirasa Reza sangat penting mengingat saat ini apabila PGN melepas Saka, maka PGN tidak akan mendapatkan keuntungan besar, karena nilai jual Saka saat ini lebih rendah daripada nilai yang dulu perlu dibayar PGN saat mendirikan Saka Energi.

"Kita mau meningkatkan kinerja keuangannya Saka. Kami fokus memperbaiki kinerja mereka, kalau di jual kan rugi, kalau posisi sekarang," ujar Reza.

Reza menjelaskan saat ini perusahaan akan fokus menaikkan kinerja keuangan Saka, meski Reza mengklaim perusahaan yang menggarap beberapa lapangan migas ini pada 2018 lalu menorehkan laporan keuangan yang cukup baik.

"Kinerja tahun lalu bagus loh, surplus 16 juta dolar kemarin. Tapi itu kan belum cukup. Pokoknya kita mau perbaiki kinerja keuangannya dulu." ujar Reza.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement