Senin 22 Oct 2018 20:11 WIB

Indonesia Ekspor Perdana Suzuki All New Ertiga

Ertiga pertama kali diekspor pada 2013.

Rep: Rossi Handayani/ Red: Friska Yolanda
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (ketiga kanan), bersama Presiden Direktur Suzuki Indonesia Seiji Itayama (kedua kanan) saat seremoni ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Senin (22/10).
Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto (ketiga kanan), bersama Presiden Direktur Suzuki Indonesia Seiji Itayama (kedua kanan) saat seremoni ekspor perdana All New Ertiga dan NEX II di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Senin (22/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengapresiasi ekspor perdana All New Ertiga dan New Scooter Nex II yang dilakukan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). PT SIM mengapalkan sebanyak 12.000 unit All New Ertiga ke 22 negara tujuan ekspor.

"Kami apresiasi terhadap komitmen PT SIM untuk terus meningkatkan investasinya, baik itu dalam bidang SDM maupun manufaktur. Sementara ekspornya semakin digenjot, dengan melakukan pembaruan model dan segmentasi kendaraan," kata Airlangga pada Peresmian Pabrik PT SIM di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/10).

Pada momen ini, PT SIM mengapalkan sebanyak 12.000 unit untuk All New Ertiga ke 22 negara tujuan ekspor yang tersebar di Asia, Amerika Latin, Afrika hingga Oseania. Sedangkan, Nex II dikirim ke Filipina dalam bentuk utuh atau Completely Built Up (CBU). Sejak Agustus 2018, Nex II telah diekspor sebanyak 4.456 unit dan ke depan ditargetkan menembus 18.660 unit, termasuk ke Kamboja dalam bentuk CKD.

Kementerian Perindustrian mencatat, kinerja industri otomotif di Indonesia kian melesat. Hal ini terlihat dari jumlah ekspor dalam bentuk komponen kendaraan yang naik hingga 13 kali lipat, dari 6,2 juta butir pada tahun 2016 menjadi 81 juta butir tahun 2017. 

Bahkan, di pasar ASEAN saat ini, permintaan dalam bentuk keadaan terpisah atau completely knock down (CKD) kian meningkat.

photo
Deretan mobil All New Ertiga di pabrik PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), Cikarang, Senin (22/10).

Lonjakan pun terjadi pada angka produksi kendaraan bermotor roda empat, dari 1,177 juta unit tahun 2016 menjadi 1,216 juta unit di 2017. Jumlah tersebut diperkuat dengan peningkatan ekspor kendaraan dalam bentuk CBU sebanyak 231 ribu unit tahun 2017 dibanding tahun 2016 sekitar 194 ribu unit.

Langkah selanjutnya, pemerintah telah menyiapkan berbagai insentif fiskal yang dapat dimanfaatkan oleh industri otomotif di Tanah Air dalam pengembangan produk yang berdaya saing global. Fasilitas perpajakan itu antara lain tax holiday, tax allowance, Bea Masuk Ditanggung Pemerintah (BMDTP), Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE), serta kemudahan importasi menggunakan skema Completely Knock Down (CKD) dan IKD.

"Dalam waktu dekat, akan dikeluarkan insentif super tax deduction untuk perusahaan yang melakukan kegiatan vokasi dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM dan untuk industri yang melaksanakan kegiatan RD&D (research, development, and design)," kata Airlangga.

Adapun sejarah ekspor mobil Suzuki dimulai pada 1993 lewat Carry Futura, Carry Real Van, dan Katana yang menjadi produk ekspor pertama Suzuki Indonesia. Kegiatan ekspor kemudian dilanjutkan dengan produk lainnya, seperti Baleno (1998), Karimun (1998), APV (2004), Carry 1.0 (2008), Grand Vitara (2008), Swift (2008), SX4 (2010), Ertiga (2013), dan Karimun Wagon R (2015). Selama 25 tahun menjadi eksportir mobil, Suzuki telah mengapalkan 478.351 unit CBU dan CKD ke berbagai negara.

Baca juga, Indonesia Produksi Kendaraan Suzuki Terbesar Ketiga

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement