Kamis 15 Mar 2018 17:43 WIB

Pemprov Lampung Ajukan Benih Puso untuk 3.718 Hektar

Sebagian besar tanaman padi di Lampung Alami Puso.

Rep: Mursalind Yasland/ Red: Teguh Firmansyah
Petani memeriksa kondisi tanaman padi yang terendam banjir (ilustri).
Foto: Republika/Yusuf Nugroho
Petani memeriksa kondisi tanaman padi yang terendam banjir (ilustri).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengajukan permintaan benih kepada pemerintah pusat terkait sawah puso seluas 3.718 hektare (Ha) yang terdampak banjir baru-baru ini. Tanaman padi petani di sebagian besar daerah di Lampung mengalami gagal tanam dan panen.

Berdasarkan laporan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lampung, Kamis (15/3), jumlah sawah petani yang mengalami puso seluas 3.718 ha. Sementara persediaan benih di Lampung hanya tersedia 12 ton untuk cakupan luasan lahan sawah sekitar 480 ha.

"Kekurangan benih padi petani yang terdampak banjir tersebut akan diajukan ke pusat," kata Kepala Bidang Humas dan Komunikasi Publik Biro Protokol dan Humas Pemprov Lampung, Heriyansyah di Bandar Lampung, Kamis (15/3).

Ia mengatakan, tim dari DTPH Lampung telah mendata luasan sawah petani yang tanaman padinya rusak dan gagal panen karena terendam banjir di berbagai daerah di wilayah Lampung belakangan ini.

 

Menurutnya, DTPH tetap membantu dan meringankan beban petani yang sawahnya yang telah ditanami padi rusak dan puso karena terendam banjir lebih dari tiga hari.

Dalam keterangannya, Kabid Tanaman Pangan DTPH Lampung Herlin Retnowati menyebutkan, dinasnya akan mengajukan benih jenis inbrida kepada pusat. Hal tersebut diajukan berdasarkan program cadangan benih daerah yakni melalui APBD Provinsi Lampung, dan cadangan benih nasional melalui APBN.

Berdasarkan perhitungan DTPH, satu hektare lahan sawah membutuhkan sekitar 10 kilogram benih, sehingga luasan yang ada saat ini bisa ditangani provinsi hanya 10 ron benih atau seluas 400 hektare lebih.

DTPH menyatakan terdapat 3.718 ha sawah petani yang tersebar di berbagai daerah mengalami puso karena terendam banjir.Tercatat tujuh kabupaten/kota di Lampung mengalami banjir, tidak saja merendam rumah, tapi juga sawah petani.  Sawah yang terendam banjir, banyak yang tanaman padinya berusia muda, dan juga terdapat tanaman padi yang sudah matang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement